Rabu, 26 July 2017, 11:39:52 WIB

Peternak Sapi Keterbatasan Modal

02 January 2015 10:37 WIB - Sumber : Afridel Ilham - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 19252 kali

Sektor peternakan sapi sangat berpotensi dikembangkan di Kabupaten Limapuluh Kota. Selain ditopang kondisi geografis, juga ditambah dengan potensi lahan yang masih cukup luas untuk pengembangan sektor satu ini. Namun, pengembangan ini terkendala permodalan.

”Kalau lahan kami tak masalah, namun masalahnya hanya permodalan. Kendati pun ada program pemerintah, tapi belum sepenuhnya mampu menjangkau peternak,” ungkap Asral, 34, warga Limapuluh Kota. 

Beternak sapi sambil bertani atau menekuni usaha pembuatan gula, diakui Asral, sudah menjadi kebiasaan warga Limapuluh Kota. Biasanya, warga menjadikan usaha peternakan sapi ini sebagai tabungan guna mengatasi kebutuhan mendadak. Misalnya, biaya pernikahan, kebutuhan sekolah anak, atau biaya berobat. 

”Jika tidak ternak, jelas warga bakal kesulitan mengatasi kebutuhan mendadak. Tapi itulah, kami kesulitan mengembangkan usaha peternakan ini akibat keterbatasan modal. Selain membeli bibit sapi, juga kebutuhan pembuatan kandang dan biaya operasional lainnya,” tambah Asral. 

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Limapuluh Kota, Priyadi Budiman menuturkan bahwa, sebetulnya program-program SKPD-nya sudah menyentuh dan berhasil meningkatkan ekonomi peternak. Sebut saja program bantuan sapi secara langsung, atau bantuan penguatan modal dengan bunga rendah. 

”Salah satu program yang kita jalankan adalah program pinjaman dengan bunga ringan melalui Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Di sini, peternak yang membutuhkan modal bagi pengembangan usaha akan dibantu melalui pinjaman bank. Namun, bunganya jauh lebih kecil,” terang Priyadi kemarin (1/1). 

Sejauh ini, tambahnya, sedikitnya sudah dikucurkan kredit sekitar Rp 1,2 miliar sepanjang tahun lalu. Selain itu, juga ada bantuan langsung sapi kepada kelompok tani serta bantuan uang melalui program kerja yang terukur. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co