Rabu, 26 July 2017, 11:39:26 WIB

Konter Tiket BIM Belum Ditutup

03 February 2015 11:11 WIB - Sumber : Arzil - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 19002 kali

PT Angkasa Pura II (AP II) cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang hingga kemarin belum menutup konter tiket di area bandara. AP II beralasan, akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak maskapai. 

“Pengelola BIM mendukung kebijakan Menhub. Tujuannnya tidak lain ingin memberikan pelayanan maksimal pada pengguna jasa bandara,” kata Humas PT AP II BIM Yoserizal saat dihubungi Padang Ekspres, Senin (2/2).

Saat ini di BIM ada enam konter penjualan tiket, di antaranya Garuda, Lion Air, Air Asia, Citilink, Susi Air.

“Hingga hari ini (kemarin, red) suasana di konter tiket masih melayani konsumen untuk pembelian tiket,” jelas Yoserizal. 

Yoserizal belum memastikan kapan dilakukan pengosongan konter tiket tersebut. Menurutnya, akan ada penjelasan dari pihak bandara kepada maskapai lebih dulu. 

Setelah konter itu dikosongkan, pihak bandara akan menjadikannya sebagai fasilitas chek-in. 

Dia juga mengaku kalau dihitung dari sisi komersial, pengosongan konter itu berdampak pada sisi pendapatan bandara.

“Tapi kalau berfikir untuk fasilitas BIM, jelas tidak keberatan bagi pengelola bandara. Masalahnya BIM lebih fokus pada pelayanan dan kenyamanan customer,” terang Yoserizal.

Dihubungi terpisah, Distrik Sales Manajer Citilink Padang M Sugiarto menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan langkah menyikapi instruksi Menhub.
Dia mengaku pemberlakuan pengosongan konter tiket itu baru berlaku di bandara Soekarno-Hatta dan Hang Nadim Batam.

Namun tidak tertutup kemungkinan akan segera pula berlaku di BIM.

“Malah kami sudah bersiap pindah ke lokasi baru di luar areal sekitar bandara BIM. Jadi kalau pun pihak bandara memerintahkan maskapai mengosongkan konter tiket, tidak masalah bagi kami di Citilink,” kata Sugiarto.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Menhub Jonan mengeluarkan instruksi penghapusan konter tiket di seluruh area bandara. Instruksi itu merujuk surat edaran Menhub bernomor HK.209/I/16PHB.2014 yang diterbitkan 31 Desember 2014. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co