Jumat, 23 June 2017, 01:26:43 WIB

Haji Agus Salim

02 May 2015 11:43 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 645 kali

Agus Salim dilahirkan di Kota Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 dan wafat di Jakarta pada tanggal 4 November 1954. Agus Salim adalah putra kelima dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim dan Siti Zainab. 

Agus Salim terkenal sebagai multi-languages, orang yang menguasai lebih dari dua bahasa. Agus Salim menguasai tujuh bahasa asing yaitu Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Turki, Jepang dan Arab.

Agus Salim adalah manusia yang serba bisa, ia merupakan penerjemah, ahli sejarah, wartawan, sastrawan, diplomat praktisi pendidikan, filsuf dan ulama. Ia juga tokoh kosmopolitan yang tidak hanya berkiprah domestik saja seperti HOS Tjokroaminoto tetapi sudah mendunia.

Agus Salim juga dikenal kalangan cendikiawan diluar negeri sebagai seorang jenius dalam bidang bahasa yang mampu menulis dan berbicara dalam banyak bahasa asing.

Pada saat Indonesia akan memproklamirkan kemerdekaannya, Agus Salim didaulat menjadi anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Ketika Republik tercinta ini berhasil merdeka, Agus Salim diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Beliau juga diangkat menjadi Menteri Muda Luar Negeri pada Kabinet Syahrir I dan II juga dalam Kabinet Hatta. Hal ini mengingat Agus Salim sangat pandai dalam berdiplomasi serta menguasai tujuh bahasa asing.

Beliau juga ditunjuk menjadi penasehat Menteri Luar Negeri setelah Indonesia diakui kedaulatannya dimata dunia Internasional.

Agus Salim adalah pahlawan nasional yang sangat langka. Beliau hampir sempurna dalam hal diplomasi. Latar belakang beliau yang anak dari seorang pejabat pemerintahan sekaligus dari keluarga religius turut mewarnai pribadi Agus Salim.

Perjuangan dan pengorbanan beliau untuk Republik ini patut kita ucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya.Tak hanya Agus Salim tapi juga bagi semua jasa pahlawan-pahlawan yang telah memberikan segenap hidup, jiwa, raga, harta, nyawa bahkan keluarganya demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

 

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co