Senin, 24 July 2017, 23:52:44 WIB

Hidupkan Lagi Tradisi Minang Makan Bajamba

07 May 2015 12:11 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 906 kali

"Adat Basandi Syarak, Syarak basandi jo Kitabullah" itulah pesan yang keluar dari acara Bajamba, tradisi rakyat Minang yang digelar dalam Festival Seni Budaya Nusantara pekan lalu.

"Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi jo Kitabullah" yang dalam bahasa Indonesia artinya Adat Bersendikan Syariat, Syariat Bersendikan Kitab Allah'. Ini merupakan pepatah di adat Minang yang masih terus dijaga dan dilestarikan. Masyarakat Minang melalui semua aktivitas dan kegiatannya ingin tetap menjaga norma-norma yang berlaku dalam kehidupan adat istiadat Minang.

Makan Bajamba menjadi salah satu perwujudan dari pepatah tersebut. "Di dalam hadist Rasullulah, dikatakan bahwa makan bersama itu ada berkahnya. Dan Sunah-sunah Rasullullah juga diperhatikan," ujar Pinta Rasad, Koordinator 'Makan Bajamba'.

Sunah yang dimaksud Pinta contohnya makan dengan menggunakan tangan dan menghormati orang yang lebih tua. Di adat Makan Bajamba, tidak ada sendok dan garpu yang disediakan. Semua makan dengan tangan. Dan untuk memperlihatkan kebersamaan, beberapa orang makan dalam satu wadah.

"Saat makan bersama, yang perlu diperhatikan juga, tidak boleh mengambil lauk yang jaraknya jauh dan dahulukan orang tua," ujar Pinta yang juga anggota dari Komunitas Cinta Berkain (KCB).

Selain itu, tidak ada tisu atau serbet makan yang disediakan. Selalu hadir daun pisang di acara Makan Bajamba. "Hingga kini, tetap tidak ada tisu," lanjut Pinta.

Fungsi daun pisang ini untuk menghapus lemak yang menempel di tangan. Caranya dengan merobek daun pisang itu menjadi lembaran yang lebih kecil kemudian diremas-remas hingga lemak dan sisa-sisa makanan yang menempel di tangan hilang. Setelah itu baru cuci atau bilas dengan air.

Selain itu juga, makan bajamba didahului dengan pengantar dari para ninik mamak (pemuka adat) dan penghulu suku, serta Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman, yang hadir juga ikut memberikan sambutan.

Setelah doa, Makan Bajamba dimulai di mana warga bersama-sama menyantap berbagai makanan yang telah dihidangkan. Karena sifatnya terbuka, ada juga warga Minangkabau ikut menyantap makanan Jawa, begitupun sebaliknya.

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co