Sabtu, 22 July 2017, 17:49:53 WIB

Syarifah Nawawi

11 May 2015 15:05 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 842 kali

Wanita Minang pertama yang mengecap sistem pendidikan Eropa ini bernama Syarifah Nawawi. Idaman Tan Malaka ini dikenal sebagai pejuang dan tokoh pendidikan. Berikut kisahnya. Syarifah Nawawi lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, tahun 1896. Syarifah adalah buah hati dari pasangan Nawawi Soetan Makmoer, seorang guru terkenal di Kweekschool Bukittinggi, dengan Chatimah. Syarifah merupakan anak keempat dan putri ketiga dari sembilan bersaudara. Bagi Nawawi Soetan Makmoer, pendidikan untuk anak sangat penting. Maka, anak-anaknya disekolahkan ke sekolah Eropa. Dua saudara perempuan Syarifah mendapat pendidikan privat di rumah.

Nawawi memasukkan Syarifah ke Europeesche Langere School (ELS), sekolah Belanda di Bukittinggi. Tamat dari sana, Syarifah melanjutkan pendidikan ke Kweekschool Bukittinggi, tempat ayahnya mengajar, pada tahun 1907. Syarifah adalah satu-satunya murid perempuan di antara 75 orang murid sekolah itu di tahun 1908. Dengan demikian, Syarifah adalah gadis Minang pertama yang mencicipi sistem pendidikan sekolah Eropa.

Setamat dari Kweekschool Bukittinggi, Syarifah bersama saudaranya, Syamsiar, pindah ke Batavia. Sewaktu berlibur ke Cianjur, oleh temannya, Syarifah diperkenalkan kepada seorang bangsawan Sunda, R.A.A.M. Wiranatakoesoema, yang di kemudian hari menjadi suaminya. Mereka menikah pada bulan Mei 1916. Mulai tahun 1920 R.A.A.M. Wiranatakoesoema diangkat menjadi Regent Bandung.

Namun, rumah tangga mereka tak berlangsung lama. Pada 17 April 1924, Wiranatakoesoema menceraikan Syarifah melalui telegram ketika Syarifah dan anak-anaknya sedang berlibur di Bukittinggi. Isi telegram itu melarang Syarifah kembali ke Bandung untuk memangku jabatan Raden Ayu Bandung. Syarifah dinilai kurang luwes dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan tradisi tata hidup Sunda. Atas keputusannya itu, Wiranatakoesoema mendapat banyak kecaman di koran Belanda maupun koran pribumi. Kecaman juga datang dari Haji Agus Salim.

Syarifah tegar menerima perceraian itu. Dia tidak dendam kepada mantan suaminya. Dia pun tidak penah menikah lagi dan menjadi single parent untuk tiga anaknya: Am, Nelly, dan Minarsih Sebenarnya, Syarifah adalah wanita idaman Tan Malaka, teman sekolahnya di Kweekschool Bukittinggi pada tahun 1907. Namun, Tan Malaka bertepuk sebelah tangan, karena Syarifah tak pernah menanggapi surat-surat yang dikirim oleh Tan Malaka. Bahkan, setelah menjanda pun Syarifah tetap menolak Tan Malaka.

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co