Senin, 24 July 2017, 23:53:44 WIB

Rumah Mande Rubiah MinangKabau

15 May 2015 10:58 WIB - Sumber : Redaksi - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 475 kali

Bertitik tolak dari perangkat hukum adat yang menempatkan wanita sebagai kaum yang dimuliakan secara adat, maka Bundo kanduang selalu menjadi tokoh dalam suatu peristiwa. Dilansir dari Titik Positif.com, bundo kanduang  menjadi figur dan diidentifikasi sebagai pilar dan tiang utama dalam sistem sosial kemasayarakatan Minangkabau. Dari berbagai versi tentang bundo kanduang, baik dari Pagaruyung maupun dari Lunang, dapat disimpulkan bahwa Bundo kanduang ada disetiap kanagarian atau wilayah Minangkabau. Jika seorang wanita memiliki keunggulan, kharismatik,dimuliakan secara adat dalam satu kekerabatan atau didalam suatu trah tertentu, maka ia akan menyandang gelar Bundo kanduang.

Dalam satu versi, sejarah Bundo kanduang berawal dari protes sebuah keluarga Raja Pagaruyung terhadap pemerintahan Adityawarman yang otoriter di Minangkabau. Bentuk protes ini adalah dengan pindah dari daerah asal menuju sebuah persembunyian. Dalam versi sejarah ini, masyarakat Nagari Lunang, Pesisir Selatan, mengatakan, bahwa keluarga raja yang pindah itu adalah keluarga Mande Rubiah yang kini mempunyai istana khusus di daerah itu.

Hal ini juga diperkuat dengan peninggalan bersejarah seperti: benda-benda kerajaan yang tersimpan rapi di rumah Mande Rubiah hingga kini. Selain benda pusaka dari piring cawan hingga senjata perang, juga terdapat perkuburan tua di sekitar rumah Mande Rubiah. Pada perkuburan itu, konon dimakamkan Bundo Kanduang dan anaknya Dang Tuangku beserta istrinya Puti Bungsu. Selain itu disekitar rumah Mande Rubiah juga terdapat kuburan Cindua Mato, yang dikenal dalam legenda Minang sebagai seorang parewa yang ahli siasat perang.

Tabir sejarah tentang Rumah Gadang Mande Rubiah mulai tersingkap saat dibukanya jalan lintas Sumbar Bengkulu dan transmigrasi di Lunang. Salah satu bukti sejarah yang ada hubungannya dengan Pagaruyung itu baru diketahui masyarakat secara luas, baru pada tahun 1960-an. Sebelumnya, boleh dikatakan hanya masyarakat Nagari Lunang dan sekitarnya saja yang tahu kalau yang menghuni rumah gadang itu adalah keturunan Bundo Kanduang.

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co