Senin, 24 July 2017, 23:53:27 WIB

Carano

27 May 2015 11:19 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 2164 kali

Merupakan wadah yang terbuat dari kuningan berbentuk bulat, seperti yang di lansir dari gubapelaminan.blogspot.com, dipenuhi ukiran yang umumnya terdapat ukiran "itiak pulang patang" serta digunakan dalam berbagai upacara adat dan menjadi tempat untuk menaruh benda-benda yang akan digunakan dalam upacara adat tersebut.

Seperti dalam upacara batagak panghulu, digunakan sebagai tempat untuk meletakkan saluak yang akan dipakai oleh sipenghulu. Dalam upacara penikahan digukan sebagai tempat sirih yang disajikan kepada penghulu dan orang yang menghadiri pernikahan tesebut, carano juga digunakan dalam banyak upacara adat lainnya seperti upacara babako/induak bako anak pisang, akikah, melamar, manjalang, dan lainya.

Carano merupakan wadah diisi dengan kelengkapan sirih, pinang, gambir, dan kapur sirih, serta dulamak atau kain penutup carano. Carano memiliki makna yang khusus dalam upacara adat yaitu keindahan carano, bentuk, motif-motif ukirannya, serta kelengkapan carano disanjung dengan kata-kata perumpamaan yang disampaikan oleh orang-orang tertentu.

Carano simbol kemuliaan bagi penghulu dan rajo serta orang nan-4 fungsi keluarga adat yakni urang sumando, mamak rumah, mande bapak dan anak daro (mempelai wanita). Bagi mereka carano berdaya fungsi untuk: 

Perlengkapan syarat mamanggia (memanggil) penganten lelaki dan upacara adat manta sirih (mangantarkan sirih). 

Perlengakapan syarat dimulainya persidangan adat, memolia (memuliakan) orang-orang nan gadang basa batuah (penghulu /datuk atau ninik mamak) disamping mengasihi nan ketek (menyayangi yang kecil) dengan simbol rokoh dalam gelas pada upacara adat seperti upacara baiyo-iyo (minum kopi malam, memperhitungkan kapan helat perkawinan akan dilangsungkan). 

Alat penghormatan pada tamu dalam acara serimonial. 

Bukti nasib mujur di Minangkabau.

Dalam upacara adat tadi carano berfungsi untuk mencairkan kebekuan saat upacara adat itu akan dimulai. Disedikan carano sebelum kato dimulai, sabalum karajo dikakok (dikerjakan), adat duduak siriah mayiriah, adat carano bapalegakan (dilegakan).

Karenanya di Minangkabau ada pidato adat khusus yang disebut pidato sirih pinang biasanya untuk menyambut kedatangan tamu termasuk penganten pria atau pidato adat sekapur sirih pembuka bicara dalam upacara adat Minang, carano dalam fungsi upacara adat mamanggia (memanggil) penganten laki-laki dan upacara adat manta sirih, carano menjadi vital dan penentuan bentuk penghormatan dalam upacara adat itu.

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co