Senin, 24 July 2017, 23:53:37 WIB

Saluang, Seruling dari Sumatra Barat

11 June 2015 13:08 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 501 kali

Jika para musisi Sumatera Barat ditanya mana yang lebih sulit, apakah meniup seruling bansi atau saluang, hampir pasti semua akan menjawab saluang. Seperti yang di lansir dari pelangiholiday.com, penampilan saluang memang cukup berbeda dan menyolok dibandingkan bansi. Jika bansi pendek dan berlubang 7, saluang lebih panjang dan hanya berlubang 4.

Akan tetapi, justru karena itu saluang lebih sulit dipelajari dan dimainkan daripada bansi. Saluang merupakan alat musik Sumatera Barat yang memiliki suara indah dan khas suaranya lembut, mengalun dan memiliki teknik tiupan yang unik, sehingga membedakannya dari bansi.

Ukuran, Bentuk Dan Bahan Saluang

Saluang merupakan seruling yang ukurannya relatif panjang ukuran terpendek sekitar 40 sentimeter, sementara ukuran terpanjang bisa mencapai 60 sentimeter. Diameter saluang biasanya sekitar 4 sentimeter. Saluang biasanya terbuat dari bambu atau kayu talang. Uniknya, masyarakat Minangkabau percaya bahwa bahan yang terbaik untuk membuat saluang justru bukan dari bambu atau kayu talang utuh.

Melainkan yang tadinya digunakan untuk tiang jemuran atau yang hanyut di sungai. Kabarnya, kualitas suaranya akan menjadi lebih baik. Saluang hanya memiliki 4 buah lubang, sehingga perlu keahlian ekstra untuk menemukan nada yang tepat agar bisa menghasilkan lagu yang diinginkan.

Teknik Meniup Yang Rumit

Saluang merupakan seruling yang dianggap sebagai seruling tersulit untuk dimainkan. Pemain saluang yang asli bahkan bisa bermain dengan cara menarik dan menghembuskan napas di antara tiupan, sehingga lagu yang diperdengarkan akan terdengar utuh, tidak ada yang terputus. Karena itu, ada anggapan bahwa jika anda sudah bisa memainkan saluang, biasanya anda akan bisa memainkan seruling yang lain.

Teknik meniup seruling sambil menarik dan menghembuskan napas sekaligus ini disebut teknik manyisiahkan angok alias menyisihkan napas, sedemikian rupa sehingga napas bisa diatur sambil anda bisa tetap meniup. Hal inilah yang membuat saluang cukup sulit dipelajari, apalagi kalau hendak memainkan lagu yang panjang. Pemain saluang legendaris dari Sumatra Barat adalah Idris Sutan Sati.

Keunikan lainnya adalah adanya kepercayaan bahwa pemain saluang ahli memiliki semacam "mantera" yang dipelajari untuk menghipnotis pendengarnya itulah sebabnya mengapa suara saluang sangat merdu. 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co