Kamis, 19 January 2017, 21:53:35 WIB

Tren Punya Handphone lebih dari Satu

09 January 2016 13:29 WIB - Sumber : Mona Triana - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 34456 kali

Terjebak Life Style, Ingin Eksis di Semua Medsos

Ketergantungan masyarakat kepada teknologi dari waktu ke waktu semakin menjadi-jadi. Jika dulu memiliki satu handphone sudah cukup, dewasa ini dua handphone pun masih dirasa kurang. Bahkan ada kesan, gaul atau tidaknya seseorang dapat dilihat dari berapa gadget yang ia punya.

Umumnya yang punya handphone lebih dari satu adalah anak muda. Satu handphone biasa, satu lagi smartphone. Malah ada yang memiliki sampai tiga bahkan lebih. 

Iwan, 20, mahasiswa perguruan tinggi di Padang contohnya. Ia memiliki empat gadget. Satu gadget kecil berwarna putih, 1 Blackberry dan dua smartphone, keduanya memiliki layar ukuran 5,5 inchi. 

Kalau ditotal nilai keempat gadget tersebut sekitar Rp 10 juta. Malahan ia berencana menambah satu smartphone tablet.

Iwan menceritakan, empat gadget dimilikinya ketika masih duduk di SMA. Saat itu belum booming smartphone.

Ia masih menggunakan Blackberry. Setelah itu baru bermunculan smartphone-smartphone dengan sistem operasi open source menyediakan aplikasi menarik yang dapat diakses secara bebas asalkan memiliki jaringan internet. 

Tidak mau ketinggalan dengan perkembangan teknologi, lelaki ini pun membeli smartphone. Meski sering disindir teman, dia tidak pernah ambil pusing. Menurut dia, sayang kalau salah satu handphone-nya dijual.

“Contohnya Blackberry, kalau dijual harganya sekarang nggak seberapa, mending digunain aja,” terangnya sembari melihatkan Blackberry berwarna putih yang dimilikinya.

Untuk biaya per bulan mengisi kuota internet, ia mengaku menghabiskan uang Rp 100 ribu. Dia merasa terbantu dengan banyaknya wifi gratis.

“Jadi nggak perlu khawatir kalau paket internet lagi habis. Tinggal cari wifi id aja. Beli voucer Rp 5 ribu bisa internetan selama 12 jam, lebih cepat malahan jaringannya,” ucap mahasiswa Fakultas Hukum Unand ini. 

Keempat gadget tersebut, semuanya digunakan dengan fungsi yang sama. Seperti aktif di jejaring sosial, sehingga ia memiliki lebih dari satu akun pada media sosial. 

Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Unand, Himni, 20, punya dua gadget. Satu smartphone yang digunakannya untuk berkomunikasi dan satu lagi tablet berukuran tujuh inchi yang digunakannya untuk menyimpan file-file data kuliahnya.

Fenomena penggunaan lebih dari dua gadget ini juga terjadi di kalangan pelajar. Misalnya saja, Revi,16, pelajar SMA di Padang ini mempunyai dua gadget.

Satu gadget biasa berwarna hitam, berukuran kecil dan satunya lagi smartphone layar sentuh dengan ukuran layar lima inchi. Ia mengaku gadget yang kecil tersebut digunakannya untuk SMS-as dan telepon.

“Kalau untuk telepon dan SMS aku menggunakan handphone yang kecil. Terus handphone satu lagi buat BBM-andan main game,” ucapnya ditemui di salah satu restoran junk food di Kota Padang.

Selain untuk main game, ia mengaku smartphone tersebut ia gunakan untuk lihat-lihat sosial media seperti facebook, instagram dan twitter. Mengenai biaya per bulannya untuk mengisi kuota internet, ia rela menyisihkan uang jajannya dan memanfaatkan wifi yang tersedia.

“Kalau nggak ada uang beli paket internet ya nggak masalah, kan ada banyak wifi yang gratis,” sebutnya.

Kalangan karyawan pun tak ketinggalan. Alasan mereka menggunakan lebih dari satu handphone hampir sama yaitu satu untuk telepon dan satunya lagi untuk aktif di media sosial.

Seperti, Nana, 25, karyawan salah satu barbershop di Mangunsakoro menggunakan salah satu gadget merek ternama berharga di atas Rp 5 juta dan satu handphone kecil. Perempuan berambut pendek ini mengakui penggunaan dua gadget tersebut untuk menghemat baterai. 

Pengusaha muda, Ridwan Muhammad Anis, owner salah satu barbershop dan kafe di kawasan Mangunsakoro ini memiliki dua gadget harga di atas Rp 10 juta.

Sambil mengeluarkan gadget yang dimilikinya, ia mengatakan, gadgetnya yang berwarna putih layar empat inchi digunakan untuk menelepon saja. Sedangkan gadget satu lagi untuk memenej usahanya. Seperti menyimpan data, mengirim email serta browsing internet.

“Sebenarnya menggunakan dua handphone ini nggak ada fungsinya. Cuma handphone saya yang satu ini sudah nggak bisa digunain lagi buat mengirim data, makanya saya beli satu lagi. Biaya per bulan nggak terlalu banyak, paling banyak sekitar Rp 200 ribu untuk membeli paket data internetnya,” ucap Ridwan.

Pengamat teknologi di Padang, Tri A Sundara mengatakan, penggunaan lebih dari satu smartphone oleh para pelajar dan mahasiswa terkesan mubazir.

“Kecuali mereka bekerja, ya wajar smartphone-nya lebih dari satu, karena pasti banyak aplikasi yang akan digunakan,” ucap Dosen STMIK Indonesia Padang ini. 

Ia menjelaskan, bagi para pelajar dan mahasiswa seharusnya dapat mengoptimalkan satu smartphone yang dimiliki. Dengan teknik pemilihan aplikasi yang perlu saja diinstalkan ke smartphone.

“Pada umumnya para pelajar dan mahasiswa tersebut menggunakan smartphone hanya sekadar untuk aktif di jejaring sosial seperti, BBM-an, whatsapp, facebook, twitter, instagram dan browsing. Jadi tidak perlu sampai memiliki dua gadget,” ujarnya.

Sementara itu, sosiolog Dwiyanti Hanandini mengungkapkan, fenomena penggunaan lebih dari satu handphone ini akibat mengikuti life style. Pengaruh dari lingkungan dan pergaulan. Sehingga anak muda berlomba-lomba untuk memiliki handphone terbaru. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co