Selasa, 21 February 2017, 21:10:05 WIB

Permohonan Pembangunan Jembatan Permanen di Tanjung Belit

18 January 2016 11:21 WIB - Sumber : Syaiful - Dharmasraya - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 14404 kali

Desa Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo

Pada Desember 2015 yang lalu sungai Batang Asam banjir mengakibatkan aktifitas masyarakat Tanjung Belit dan sekitarnya terganggu. Karena jembatan terendam banjir dan kayu-kayu, sampah yang hanyut dari hulu bertumpukan di jembatan tersebut. Padahal jambatan ini adalah akses jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo Propinsi Jambi dengan Kecamatan Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat

Sebenarnya tidak wajar lagi di desa kami jembatan semi permanen (pasang surut), seharusnya jembatan permanen. Kenapa demikian?

Karena melihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) pertahun untuk Kabupaten Bungo dari Desa kami (Desa Tanjung Belit) sangat besar, karena Tambang Batu Bara terbesar di Kabupaten Bungo. Jadi apakah pantas jembatan seperti itu dibangun di desa kami? Jadi harapan kami untuk kedepanya, kami mohon perhatian dari pemerintah. Baik dari pemerintah Kabupaten Bungo dan Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya, karena jembatan ini merupakan akses jalan paling cepat ke Kecamatan Asam Jujuhan.

Untuk sama-sama kita ketahui jambatan yang ada saat ini adalah bantuan dana swadaya masyarkat Desa Tanjung Belit dan bantuan dana CSR dari perusahaan tambang batu bara yang ada di Desa Tanjung Belit, jadi bukan dana dari pemerintah. Jembatan ini berkisar panjang ± 50 meter, lebar ± 6 meter dan tinggi dari dasar sungai ±3 meter. 

Dampak yang terjadi pada jembatan ini ketika air Sungai Batang Asam meluap, rumah warga, pasar dan Masjid Raya Dusun Tanjung Belit yang berada di seputaran jembatan ini akan tergenang air, dan Warung warga juga rusak kerena tekanan air yang sangat kuat. Ketika air sudah menyusut masalah belumlah selesai, karena kayu-kayu yang tertambat di jembatan tersebut bukanlah dalam skala kecil. Untuk membersihkanya memerlukan alat berat (loder atau sk). Dan sudah pasti akses menuju Kecamatan Asam Jujuhan putus bagi yang membawa kendaraan roda empat sampai kayu-kayu tersebut selesai dibersihkan. 

Untuk saat ini untung masih ada perusahaan yang bersedia memberikan bantuan berupa alat berat, kalau perusahaan tidak ada lagi kemana mau dicari alat berat? Bila tidak menggunakan alat berat untuk memebersihkan tumpukan kayu tersebut, mungkin membutuhkan waktu satu minggu untuk membersihkan dengan bergotong royong. Setiap membersihkan jembatan ini mengeluarkan biaya minimal RP1.000.000 untuk membeli bensin chain show dan biaya konsumsi. 

Di saat musim hujan seperti sekarang air Sungai Batang Asam sering sekali meluap. Dapat dibayangkan pekerjaan seperti ini dilakukan setiap sungai meluap. Untuk itu kami berharap kepada pihak pemerintah Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dan dibantu oleh pemerintah Kabupaten Dharmasraya memberikan perhatian untuk membangun jembatan yang permanen atau rangka baja.

Info warga : merupakan berita kiriman warga yang dikirimkan melalui email : beritapadek@gmail.com atau melalui sistem member, kirim berita.
- Redaksi berhak mengedit tulisan
- Penulis bertanggung jawab terhadap isi tulisan

 

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co