Rabu, 22 February 2017, 01:52:33 WIB

Penerus Sejati Ragnarok Online

29 June 2016 08:57 WIB - Sumber : JPNN - Editor : Riyon    Dibaca : 93 kali

Masa kejayaan genre MMORPG (massively multiplayer online role-playing game) di Indonesia sudah berakhir seiring dengan menurunnya jumlah peminat Ragnarok Online. Bukan hanya di Indonesia sebenarnya, tetapi juga secara internasional.

Memang, masih ada berbagai MMORPG baru yang bermunculan dengan teknologi yang makin canggih. Namun, genre itu bergeser dari suatu tren yang populer jadi suatu kegiatan yang hanya dijalankan komunitas penggemar yang jumlahnya tidak lagi banyak.

Gravity –perusahaan pembuat Ragnarok Online– sempat berusaha memperpanjang popularitas MMORPG dengan membuat sekuel yang bergrafis jauh lebih bagus.

Bukan satu sekuel, melainkan dua, yakni Ragnarok Online II: The Gate of the Gate of the World dan Ragnarok Online II: Legend of the Second. Dua-duanya gagal. Kini telah hadir game baru Tree of Savior dengan misi serupa.

Kisah Tree of Savior berlatar di sebuah dunia mirip Eropa zaman pertengahan. Ada suatu bangsa yang mengalami masalah ketika para dewi sembahan mereka tiba-tiba menghilang. Banyak tumbuhan di sekitar mereka yang berubah jadi makhluk yang berbahaya.

Hewan yang awalnya bersahabat kini jadi mematikan. Sekelompok orang, termasuk pemain, mendapat mimpi petunjuk dari salah satu dewi untuk menjadi savior (penyelamat). Permainan pun berjalan mengikuti petualangan para savior ini.

Dua sekuel Ragnarok Online gagal karena para penggemar menganggap keduanya kalah kualitas jika dibandingkan dengan pendahulunya yang legendaris tersebut. Tree of Savior justru lebih berhasil lantaran tidak tampil sebagai sekuel. MMORPG sebenarnya tidak membutuhkan sekuel.

Hal baru mudah ditambahkan pada update yang bisa dilakukan beberapa kali pun. Ragnarok Online yang sekarang kita mainkan, misalnya, sudah jauh lebih kompleks ketimbang ketika baru dirilis pada 2002.

Tree of Savior menyuguhkan banyak konsep permainan yang berbeda dengan Ragnarok Online. Yang paling mencolok adalah pengendaliannya. Penggunaan mouse digantikan keyboard standar.

Karena itu, Tree of Savior lebih mudah dimainkan di notebook dalam perjalanan karena tidak memerlukan mouse pad. Pemain juga bisa menggunakan controller ala mesin video game yang dicolokkan ke slot USB.

Sistem class yang dulu jadi andalan Ragnarok Online kini ditingkatkan secara drastis. Ketika mulai, pemain Tree of Savior bisa memilih antara swordsman, wizard, archer, atau cleric.

Dari situ akan ada 80 pilihan class. Begitu juga para monster bertipe boss. Saat game itu diluncurkan, langsung tersedia 200 boss yang bisa dilawan sendirian maupun keroyokan.

Banyak hal yang dapat dilakukan pemain. Bisa berburu monster untuk mengumpulkan uang dan barang yang dijatuhkan monster. Atau, menjalani aneka misi yang petunjuknya jauh lebih jelas ketimbang dalam Ragnarok Online.

Pemain juga dapat menjelajahi begitu banyak daerah baru dan menyibukkan diri dengan membuat berbagai barang. Segala kegiatan dalam Tree of Savior dicatat, lalu para pemain yang paling aktif dalam setiap kategori kegiatan bakal diumumkan dalam suatu daftar.

Meski unggul secara kompleksitas dan teknologi grafis, Tree of Savior punya sejumlah kekurangan bila dibandingkan dengan Ragnarok Online. Game itu tidak memiliki monster yang imut dan ikonik semacam Poring atau Moonlight Flower.

Arah sudut pandang tidak bisa diputar. Fitur perdagangan kurang fleksibel. Tidak tersedia balon emoticon yang membuat komunikasi antar pemain lebih berkesan. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co