Rabu, 22 February 2017, 01:47:35 WIB

Craving for ”Likes”

30 June 2016 08:52 WIB - Sumber : M. Redho Illahi - Zetizen - Editor : Riyon    Dibaca : 139 kali

Which one is better? Punya lima orang yang sayang sama kamu di dunia nyata atau punya ribuan like di medsos? Well, 7 di antara 10 Zetizen kompak bilang bahwa likes di medsos itu penting! Hmmm... nggak heran sih.

Sebab, 21 persen Zetizen aja merasa likes di medsos bisa bikin terkenal. Sebanyak 18 persen Zetizen lainnya merasa malu kalau likes di medsosnya sedikit. Really?

Banyak cara yang rela dilakuin pengguna medsos demi mendapat banyak like. Misalnya, merapikan feeds, bikin caption untuk posting-an foto yang catchy, sampai membuat konten yang menarik buat medsosnya. Bagi Christina Dini dari SMAN 1 Padang biasanya meminta orang untuk menyukai foto atau videonya.

“Pengaruh like itu sebenarnya sangat besar banget bahkan dapat dikatakan seberapa jauh akun milik kita dikenal oleh orang banyak,” katanya. Well, berburu likes sih boleh-boleh aja. Asal, jangan lebay sampai beli likes deh.

Yap, fenomena pentingnya likes di medsos memicu munculnya online shop yang jualan ’’likes.’’ Cuma dengan membayar Rp 15 ribu, pembeli udah bisa memperoleh 300 like. Meski pembeli jasa itu punya banyak like, tetap aja nggak banyak orang yang melihat posting-annya.

Sebab, akun yang memberikan like di medsos pembelinya hanyalah akun robot. Yaitu, akun-akun palsu yang menggunakan nama-nama yang berbeda. Lewat suatu aplikasi dan sistem tertentu, para penjual likes itu membuat ribuan akun.

Dengan bantuan sistem khusus dan programmer, akun tersebut dapat dijalankan sekaligus untuk memberikan like ataupun mem-follow akun yang diminta pelanggannya.

Supaya nggak terlihat seperti akun robot, seluruh akun palsu yang dipakai ternyata tetap mem-posting foto-foto seperti akun biasanya. Bedanya, seluruh foto yang di-posting di akun robot itu biasanya nggak berisi caption. Setiap posting-an juga nggak memiliki komentar sama sekali. 

Fadhillah RP, Zetizen dari Unand mengaku pernah membeli like untuk beberapa fotonya. “Itu sih aku lakukan buat kepentingan bisnis. Sebenarnya kalau semakin banyak like pada akun kita, orang semakin tertarik untuk mengikuti kita. Nah untungkan,” tuturnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co