Minggu, 26 March 2017, 22:02:09 WIB

Internship Zetizen Padang Ekspres

08 August 2016 08:43 WIB - Sumber : M. Redho Illahi - Zetizen - Editor : Riyon    Dibaca : 87 kali

Belajar Liputan di Honda DBL 2016

Dalam rangka mengisi libur kuliah, Zetizen Padang Ekspres memberikan peluang bagi para remaja yang ada di Sumatera Barat khususnya di Padang untuk magang menjadi jurnalis dengan konsep anak muda yang bersemangat, kreatif dan cerdas.

Beberapa minggu ini, para squad Zetizen Padang Ekspres disibukkan  liputan Honda DBL West Sumatera Series 2016.

Selama iven mereka belajar meliput sebuah acara dan diharuskan mengirim berita secepat mungkin.  Mereka juga harus selalu up to date di  Instagram untuk memberikan informasi terkait iven tersebut.

Redho, koordinator crew Zetizen Padang Squad menuturkan, iven Honda DBL West Sumatera Series 2016 cocok sekali untuk mereka liput karena di sana mereka bukan saja liputan melainkan belajar bagaimana menggelar  acara sebesar itu.

”Zetizen itu bukan hanya meliput berita melainkan membuat acara. Lihat saja di setiap daerah Zetizen selalu di hati para pelajar melalui event-event besar. Untuk itulah, saya turunkan mereka di iven ini. Kalau sudah ada acara, mereka tidak canggung lagi,” tuturnya. 

Selain itu, tentunya iven ini diharapkan dapat menginformasikan kepada anak-anak lainnya, bahwa Zetizen Padang Ekspres sedang memiliki program salah satunya mengenai aksi positif yang berhadiah ke New Zealand. 

Fiqhi Mahendra mengatakan, memperoleh banyak manfaat mengikuti selama meliput iven ini yakni mulai sadar  akan angle foto yang dapat menarik banyak orang.

Diakuinya kesulitan selama melakukan peliputan adalah lensa kamera yang kurang mendukung. Karena beberapa hasil fotonya terlihat kurang memuaskan.

”Di sinilah saya banyak belajar banyak. Jarang-jarang bisa melakukan peliputan iven terbesar di Indonesia. Sudah kayak fotographer beneran saja. Saya bersyukur diberi kesempatan seperti ini,” katanya. 

Diana, kru Zetizen Padang Ekspres di bidang reporter juga merasakan pengalaman luar biasa. Ia mengatakan sulitnya mencari narasumber karena suasana yang begitu ramai.

Terkadang narasumber yang harus diwawancarai sudah tidak ada tempat sehingga harus mencari kontaknya. Apalagi deadline pengiriman berita cepat sekali. Tidak jarang selesai wawancara mereka langsung mengirim beritanya agar tidak terdesak. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co