Jumat, 21 July 2017, 09:56:56 WIB

Saat yang Berkantong Tebal Memilih Berwisata ke Luar Negeri

06 November 2016 09:52 WIB - Sumber : Syawaluddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 130 kali

Kepo dan Biaya Lebih Murah Meskipun Sumbar memiliki tempat-tempat wisata yang banyak dan beragam, tak sedikit warganya yang berkantong tebal memilih berlibur ke luar daerah. Bahkan ada yang kerap keluar negeri. Kenapa?

Banyak hal yang dapat dikemukan, untuk dijadikan alasan berlibur ke luar dari Sumbar. Mulai dari ingin mendapatkan pengalaman baru yang mungkin tidak bisa didapat di Sumbar hingga karena adanya beragam paket promosi yang murah meriah.

Nina Muzbar, adalah salah satu warga Sumbar yang sering berwisata ke luar Sumbar. Salah satu yang menjadi pertimbangan untuk berlibur ke luar Sumbar adalah tempat yang belum pernah dikunjunginya.

Baru-baru ini, wakil direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Restu Ibu tersebut, berwisata ke Eropa barat. Tidak hanya mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjunginya, dia juga berwisata dengan cara yang juga belum pernah dilakukannya. 

Nina pergi bersama Claudia Kaunang, seorang travel bloger. Tidak hanya pergi ke destinasi yang biasa dikunjungi para turis lainnya, mereka juga pergi ke daerah yang tidak biasa dikunjungi. Itu mereka lakukan dengan cara berjalan kaki.

“City tour-nya berjalan kaki dan naik MRT. Di sana diajari juga cara membayarnya dan sebagainya. Kita pergi ke suatu tempat, tidak ditentukan waktunya. Kemudian diberi tahu tempat-tepat yang bagus, kemudian hotelnya juga berdekatan dengan tujuan daerah wisata yang akan kita tuju. Sehingga cukup berjalan kaki saja ke tempat wisata tersebut,” katanya kepada Padang Ekspres, Jumat (4/11).

Dia memilih Claudia Kaunang untuk memandu wisatanya ke Eropa barat, karena Claudia tidak seperti pemandu kebanyakan. Lebih seperti teman. Claudia pun punya buku tentang wisata yang menerangkan suatu daerah yang dikunjungi.

Di buku tersebut juga memberikan tip-tip kemana mau berwisata. Menurut Nina, berwisata ke luar negeri itu tidak mahal, asal tahu caranya. Misalnya, cara pemilihan tiketnya. Pilihlah tiket saat-saat ada promonya.

Kalau Claudia Kaunang ini, terang dia, lebih kepada traveling-nya saja. Dalam artian, uang yang dibayarkan kepadanya, hanya menanggung biaya hotel dan biaya transportasi di dalam kota tempat wisata tersebut. Sementara untuk tiket bisa dicari sendiri.

Dalam hal ini, Cluadia juga memberikan info tiket-tiket yang lagi promo. Sehingga bisa menghemat biaya. Dengan beberapa juta rupiah, dia pun sudah bisa pergi berlibur ke luar negeri.

“Dengan Claudia Kaunang wisatawan diajak berjalan kaki seperti warga kota yang kita kunjungi tersebut. Kami diajak ke lokasi kulinernya. Lalu ditunjukkan juga di mana tempat yang halal dan yang tidak,” terangnya.

Nina telah sering berlibur ke luar negeri. Seperti Bangkok, Singapura, Malaysia dan negara-negara di kawasan Eropa barat. Sementara itu, beberapa tempat-tempat wisata di Sumbar dan di luar Sumbar tapi masih di Indonesia, juga pernah dia kunjungi.

Dia mengaku suka berwisata ke luar negeri karena ingat kata-kata orang tuanya. “Orang tua saya pernah mengatakan, cobalah melangkahkan kaki sejauh mungkin selagi kalian kuat dan bisa melihat hal-hal yang baru,” ceritanya.

“Dengan berwisata keluar negeri tersebut kita juga akan tahu bahwa Indonesia itu lebih indah,” timpalnya. Dari pengalamannya berwisata ke luar negeri, Nina berpendapat, tak semua tempat di luar negeri bagus, sebagaimana kita lihat di telivisi atau di film-film. Paris, misalnya.

Pengalamannya, saat berkunjung ke Paris, dia mendapati ibu kota Perancis tersebut jorok dan tidak aman. Untuk berfoto di Menara Eifel yang terkenal itu saja dia merasa ngeri. Pasalnya, kamera wisatawan sering dirampas oleh pencuri di kawasan itu. 

“Sebenarnya Paris tidak seromantis yang kita bayangkan. Itu hanya ada di film-film. Toilet kumuh dan orang-orangnya memaksa kita untuk membeli suvenirnya. Sangat-sangat tidak bersahabat. Kondisinya lebih baik di Indonesia karena penduduknya ramah-ramah. Oleh karena itu ayo kita keliling dunia sehingga kita tahu bagaimana indahnya Indonesia,” terangnya.

Untuk keamanan dan kenyamanan dalam traveling, dia pun mewanti-wanti agar berhati-hati dalam memilih biro perjalan. Sebab, saat ini banyak biro perjalanan yang asal-asalan saja. Carilah biro perjalan yang legalitasnya benar-benar terjamin.

“Baru-baru ini ada teman saya yang telah membayar ke salah satu biro perjalanan untuk paket kunjungan wisata ke luar negeri. Namun tiba-tiba pengelola biro perjalanannya menghilang. Ini tentu merugikan. Jadi pilihlah biro perjalanan dengan hati-hati,” sebutnya.

Gunakanlah biro perjalanan yang direkomedasikan seseorang yang memang telah pernah atau sering menggunakan jasa dari biro terkait. Kemudian, ketahui pula spesialisasi dari biro perjalanan tersebut.

“Jangan tergiur dengan promo murah, ternyata pelayanannya tidak bagus, sehingga liburan kita tidak fun lagi,” terangnya.

Agar berwisata ke luar negeri tidak sia-sia, Nina memeberi tips. Untuk persiapan berwisata harus kepo (ingin tahu) terhadap tempat-tempat yang akan dikunjungi. Kemudian pelajari buku-buku tentang traveling.

Persiapkan juga kamera untuk berfoto. Namun jangan lupa karena keasikan berfoto lupa menikmati keindahan tempat yang dikunjungi. Lalu, kalau ingin makanan yang halal bisa juga dibawa makanan rendang dari Indonesia, agar tidak susah mencari makanan halal di tempat wisata. 

Berwisata ke luar negeri tersebut, yang penting triknya. Sebab, bisa pergi dengan paket mahal atau bisa juga ala back paker. “Tapi bagaimana pun untuk berlibur ke luar negeri, sebelumnya saya juga menabung dulu,” katanya.

Dia menilai, kadang-kadang lebih mahal biaya untuk berwisata ke daerah-daerah di Indonesia atau di luar Sumbar. Seperti ke Bali, misalnya. Tiket pesawatnya tergolong mahal, sementara untuk penginapannya sendiri bisa dicari paket yang lebih murah. 

Selain pertimbangan anggaran, menurutnya dalam ber-traveling juga mesti dipertimbangkan, dengan siapa pergi dan siapa guide selama perjalanan. Karena, berwisata membutuhkan waktu beberapa hari. 

“Dengan itu, tentu orang-orang yang pergi dengan kita, orang-orang yang selalu membuat kita merasa nyaman,” ujarnya. Bukan Prestise Lagi Terpisah, pengusaha muda yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang, Fadly Amran, juga kerap pergi berwisata ke beberapa negara.

Seperti, Amerika, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura, Perancis, Italia, Jerman, Belgia, Belanda, Arab Suadi, dan banyak lainnya. Sementara di luar Sumbar sendiri pernah pergi ke Bali, Bandung, Pekanbaru.

“Saya sering berwisata keluar negeri dibandingkan di dalam negeri,” katanya.  Dia mengaku suka melihat sejarah-sejarah suatu tempat dan gaya hidup penduduk lokal yang dikunjunginya. 

Biasanya yang sering dikunjungi yaitu museum-museum dan bangunan-bangunan yang khas di tempat tersebut. Karena itu merupakan suatu yang berbeda dibandingkan dengan kampung sendiri.

“Kalau di Eropa, saya mengunjungi museum-museumnya, dan gaya hidupnya seperti di mana mereka berbelanja. Itu hal yang menarik bagi saya, di saat sementara sebagian orang hanya melihat tempat-tempat wisata saja,” katanya.

Sebenarnya dia mengaku suka menjelajah. Namun karena kesibukan pekerjaan belum sempat mengunjungi sejumlah tempat di Indonesia. “Paket tour ke luar negeri sekarang tidaklah terlalu mahal, saya pernah tour ke enam negara dengan biaya hanya Rp 20 juta,” ujarnya.

Selain itu ada juga penawaran paket wisata ke Singapura empat hari hanya tiga juta. Jadi, baginya paket tour ke luar negeri sekarang ini tidak seperti dulu yang mahal. Paket wisata sekarang ini harganya relatif terjangkau. Bahkan lebih mahal paket liburan ke Bali yang hitungannya bisa dengan dolar.

Bahkan, kalau perjalanan tersebut dipesan satu tahun sebelumnya, malahan bisa sangat ekonomis sekali. Tetapi, jangan ambil pada hari-hari liburan. Karena saat itu harga tiket tentu mahal. 

Bagi Fadly, semua orang saat ini sudah bisa liburan ke luar negeri dan tidak menjadi prastise lagi. Karena biayanya sudah lumayan terjangkau. “Keluar negeri suatu pengalaman yang menarik, kalau ada uang dan ada waktu kenapa tidak pergi berwisata ke luar negeri,” katanya.

Untuk persiapan sendiri untuk berwisata keluar negeri ujar dia, yang paling diperhatikan adalah paspor dan visanya. “Tolong cek paspor visanya, karena saya pernah mengalami kejadian saat masa aktif visa yang tinggal enam bulan, sehingga sampai di negara tujuan di-reject. Jadi kita harus memperhatikan hal tersebut,” jelasnya.

Kemudian, sebelum mengunjungi negara tujuan untuk berwisata, wisatawan harus tahu kondisi cuaca di negara tujuan. Jangan sampai jatuh sakit setiba di sana.

“Kebanyakan hal seperti itu terlupakan, sehingga sesampai di negara tersebut banyak pengeluaran tambahan, seperti membeli obat, beli jaket. Jadi kalau kita menjadi traveler harus menjadi smart traveler. Harus dikaji sebelumnya sehingga hal tersebut tidak bisa dianggap enteng,” tuturnya.

Selain itu, sebagai turis harus awas. Sesampai di tujuan persiapkan tas paspor, simpan di dalam baju. Bagaimanapun di luar negeri ada juga tempat-tempat yang tidak aman, apalagi kalau tidak berjalan bersama agent travel.

“Di luar negeri juga ada copet dan jambret. Saya pernah kecopetan saat berkunjung ke ke Italia. Saat memasuki museum tas saya tiba-tiba saja terbuka. Saya tersadar saat adik memberi tahu bahwa tas saya telah terbuka. Apalagi mereka tahu turis-turis dari Asia banyak yang membawa uang cast,” kenangnya.

Untuk mengatur anggaran berwisata, dia mengatakan, biasanya harus pintar-pintar mengatur waktu. Seperti di bulan Januari yang kunjungan wisata sepi sehingga biayanya murah. Maka perjalanan tersebut dapat direncanakan setahun sebelumnya. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co