Jumat, 23 June 2017, 07:12:52 WIB

Putri Alya Syakira, Anak Payakumbuh yang Juara pada Apresiasi Sastra Siswa SD

20 November 2016 09:50 WIB - Sumber : Fajar Rilah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 146 kali

Lewat Pantun Galamai, Ajak Indonesia Damai

KE Payakumbuh beli gelamai
Pergi liburan ke Pasaman
Hidup teruslah dengan damai
Agar Indonesia terasa aman

Pergi bermain beramai-ramai
Main bersama dekat bebatuan
Indonesia cinta damai
Berpegang teguh pada persatuan

Pantun bertema “Indonesia Cinta Damai” itu ditulis Putri Alya Syakira, 11, dengan tangannya sendiri. Saat dikirim kepada Panitia Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar 2016 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) bekerja sama dengan penerbit Mizan, pantun karya Alya menarik perhatian dewan juri.

Pada 10 November lalu, Alya yang sehari-hari menimba ilmu di SD Islam Raudhatul Jannah, Payakumbuh, diundang ke Jakarta, mengikuti babak final Apresiasi Sastra Siswa SD kategori cipta pantun. Setiba di kota metropolitan itu, Alya diminta membuat pantun dengan tema serupa.

Gugupkah dia? Tidak! Putri pasangan suami-istri Alfian (mantan Camat Kapur IX) dan Yandri Elfira (PNS Kantor Lingkungan Hidup Limapuluh Kota) ini dengan lincahnya menulis kembali pantun bertema Indonesia Cinta Damai. Inilah, sebagian pantun yang ditulis Alya pada babak final tersebut:

Ke Payakumbuh beli gelamai
Gelamai enak itu tidak salah
Kita harus selalu damai
Jangan sampai berpecah belah

Di Harau berenang bersama
Karena berenang baju basah
Kita harus cinta sesama
Jangan sampai ada yang susah
Sumatera Barat hanya satu
Di sana banyak tempat wisata
Teman susah kita bantu
Jangan hanya pandai berkata
Di Gunung Sago banyak awan
Juga banyak pohon cemaranya
Orang tua jangan dilawan
Kita harus menghormatinya

Pergi bermain ke Kelok Sembilan
Di tepi jalan ada batu
Ada tabrakan di tengah jalan
Maka kita harus membantu

Begitu membaca pantun tersebut, dewan juri menobatkan Alya sebagai pemenang ketiga. Alya yang tinggal bersama orangtuanya di Jorong Kandanglamo, Nagari Sarilamak, Kecamatan Haraup, Kabupaten Limapuluh Kota, sangat senang dengan prediket juara ketiga itu. “Alhamdulillah, Alya bisa juara,” ujarnya, Jumat (18/11).

Bocah perempuan yang hobi membaca dan menulis ini senang, karena ia diajak Kemendikbud dan penerbit Mizan, bergabung dengan Komunitas Penulis Cilik Indonesia (KCPI). “Senang sekali rasanya, ketemu teman-teman KCPI,” ujar Alya yang bercita-cita menjadi seorang dokter.

Alya yang sejak kecil sudah terbiasa berkerudung mengaku, suka dengan pantun, karena pantun merupakan budaya lokal. “Kata Pak Guru Alya, pantun itu budaya lokal kita yang syarat dengan pesan moral. Alya belajar menulis pantun dari buku. Selain dari buku, juga belajar dari Pak Bustanul Arifin, guru di SDI-RJ. Di rumah, Alya juga sering menulis pantun,” ujarnya polos.

Alya mengajak teman-temannya sesama siswa SD di mana pun berada, tidak takut-takut menulis pantun. “Kita harus mencobanya. Kalau sering latihan, pasti nanti bisa juga. Yang penting, sampiran dan isi mesti sama,” sebut bocah kelas 5 SD ini.

Di sisi lain, Kepala SD Islam Raudhatul Jannah Syamsuardi Dt Paduko Majo Indo, mengaku bangga dengan prestasi Alya. Selain Alya, menurut Syamsuardi, siswanya bernama Rivan Maulana, juga meraih juara ketiga cipta syair dalam ajang Apresiasi Sastra Siswa SD 2016 yang berlangsung di Jakarta.

“Bersamaan dengan itu, dua siswa kami lainnya, yakni Abdul Hakim Yafi dan HAsanul Fikri, juga meraih medali perunggu, dalam Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Dunia serta Olimpiade Matematika Tingkat Sumbar, Riau dan Jambi. Kami, sangat bersukur dengan prestasi yang didapat bersamaan ini,” ujar Syamsuardi.

Kepala sekolah yang juga hobi menulis ini menyebut, pola pendidikan di SD Islam Raudhatul Jannah, memang dikonsep berbeda dengan sekolah kebannyakan.

“Selain akademik dan menekankan pembentukan karakter, kami memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan bakat dan kreatifitasnya. Agar anak-anak kita dapat menggapai cita-citanya,” ulas Syamsuardi Dt Paduko Majo Indo. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co