Senin, 26 June 2017, 03:41:14 WIB

Geliat KPI Cabang Kota Pariaman

21 November 2016 09:49 WIB - Sumber : Aris Prima Gunawan - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 54 kali

Jadikan Balai Perempuan PIPA-JKN di Desa dan Nagari

Memperoleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ternyata tidak semudah membalik telapak tangan bagi masyarakat. Tak jarang masyarakat mengeluh sulitnya menghadapi prosedur pengurusan JKN tersebut. Baik saat mendaftar sebagai anggota JKN, ataupun ketika melakukan klaim terhadap JKN yang dimilikinya.

Beranjak dari itu, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) membentuk Pusat Informasi Pengaduan dan Advokasi (PIPA), agar masyarakat mudah memperoleh JKN. Bagaimana geliatnya?

Perempuan, khususnya kalangan ibu rumah tangga, terbilang tak kenal waktu dan tempat untuk bercengkrama dengan sesamanya. Ragam cerita selalu menarik bagi mereka.

Itulah agaknya yang kerap dilakukan sekelompok perempuan di Jalan Adam Dewi No 36, Desa Palakaneh, Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Hanya saja, materi perbincangan mereka lebih berguna untuk masyarakat sekitarnya. Sebab sekelompok wanita tersebut aktivis dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI).

Sabtu (19/11), saat Padang Ekspres berkunjung, rumah Ernilawati yang dijadikan balai perempuan, memang terbilang tak mewah. Hanya berbentuk gubuk saja. Namun di dalam rumah yang kecil itu, semangat sekelompok wanita paruh baya tetap berkobar-kobar.

Mereka membahas ragam cara dalam membantu masyarakat memperoleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terlebih, mereka telah dipercaya masyarakat sebagai Pusat Informasi Pengaduan dan Advokasi (PIPA) JKN tersebut.

“Di sini, kami melakukan rapat evaluasi setiap bulan membahas masalah program PIPA-JKN yang kami mulai sejak tiga bulan belakang,” ujar Presidium Nasional KPI, Fitri Yanti, usai berdiskusi dengan rekan-rekannya.

Katanya, keberadaan program PIPA-JKN terbilang sangat membantu masyarakat. Sebab dia melihat, masih banyak masyarakat kesulitan dalam menghadapi pelaksanaan pelayanan kesehatan tersebut. Terlebih bagi masyarakat yang sulit dalam mengikuti prosedur birokrasi layanan.

“Jadi kalau ada warga yang susah dalam pelayanan kesehatan, kami akan mendampingi mereka,” ujarnya.

Lebih dari itu, guna mempermudah masyarakat, imbuhnya, KPI juga membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan klaim layanan JKN yang kerap berbelit. Contohnya masalah saling lempar “batu” antara penyedia JKN dengan pihak rumah sakit.

“Kalau warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, kami juga akan bantu mereka agar lebih mudah berurusan dengan birokrat,” ujarnya. Menambahkan, Ketua Balai Perempuan Palakaneh, Ernilawati mengatakan, keberadaan PIPA-JKN yang digagas KPI memang mendapat respon tinggi dari masyarakat.

Pasalnya, baru tiga bulan PIPA-JKN berlangsung, sudah banyak masyarakat yang mendatanginya guna meminta pertolongan advokasi pelayanan JKN. “Sekarang data yang sedang kami proses tiggal 8 orang. Dominan permasalahan warga karena sulit memahami prosedur,” ujarnya.

Kata Erlina, kurangnya pemahaman warga akan prosedur layanan kesehatan tentu tidak terlepas dari permasalahan sosialisasi. “Kadang saat sosialisasi diadakan, warga tidak datang,” kata wanita yang juga anggota KPI Cabang Pariaman itu. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co