Minggu, 26 March 2017, 22:04:09 WIB

Alpha Zetizen of the Year di New Zealand

28 November 2016 11:48 WIB - Sumber : JPNN - Editor : Riyon    Dibaca : 59 kali

Disambut Konsul Kehormatan, Nikmati Ombak Palm Beach 

Selamat datang di New Zealand. Kemarin (27/11), 34 Alpha Zetizen of the Year dari 34 provinsi di Indonesia tiba di Auckland International Airport. Dipandu Tim Anderson, New Zealand trade commissioner for Indonesia, perjalanan mereka di Negeri Kiwi itu dimulai. 

Sesuai singgah sebentar ke penginapan di University of Auckland untuk berkemas, perjalanan dilanjutkan ke Waiheke Island. Dengan menggunakan kapal feri, dibutuhkan sekitar 30 menit untuk sampai di Waiheke. Itu adalah sebuah pulau indah di Kota Auckland.

Sesampainya di Waiheke Island, rombongan Zetizen disambut dengan hangat oleh Honorary Consul of Indonesia in Auckland Alister Lawrence. Keluarga Lawrence ikut menerima tamu di kediamannya yang asri di daerah bukit dan pantai tersebut.

Hidangan kue-kue khas Waiheke homemade sang istri disajikan. Tidak ketinggalan, dia menyiapkan media permainan tradisional yang dimilikinya agar bisa digunakan.

Alister sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan para duta muda Zetizen. “Saya ingin menjamu mereka dengan sangat baik, karena mereka adalah anak-anak muda hebat yang punya cerita luar biasa dari berbagai bidang,” katanya.

Suasana yang terjalin antara tuan rumah dan para tamu begitu akrab. Sambil menikmati canape yang dihidangkan, para Alpha Zetizen sharing tentang banyak hal bersama Lawrence dan istri. Obrolan-obrolan ringan mengalir, mulai jenis-jenis kue yang disajikan hingga aksi-aksi positif yang telah dilakukan para Alpha Zetizen. 

Salah seorang yang paling terkesan adalah Pandu Dharma Wicaksono. Alpha Zetizen dari Kalimantan Timur itu mendapatkan ide menarik dari Lawrence di bidang lingkungan. Lawrence concern mendaur ulang barang-barang bekas sejak 2011.

Dia lantas menunjukkan barang-barang hasil karyanya yang sangat apik seperti sampah plastik yang disulap menjadi bahan bangunan dengan perpaduan pasir dan semen. 

Tak berlebihan jika Pandu yang aktif dalam pemberdayaan generasi peduli lingkungan, merasa beruntung bisa bertemu dengan Alister. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu. 

“Senang dong bisa dapat kesempatan dan ide menarik ini. Saya juga sudah memberikan alamat e-mail agar Mr Lawrence bisa mengirimkan jurnal tentang proses pembuatannya. Rencananya, tahun depan dia akan ke Indonesia juga untuk project-nya. Semoga aja beliau tertarik mengunjungi Balikpapan,” ujar Pandu.

Banyak cerita yang didapat dari kunjungan ke Waiheke bersama Lawrence. Dia pun mengajak Alpha Zetizen untuk bermain di pantai, Palm Beach. Meski hujan sempat turun, mereka tetap menikmati ombak kecil di Palm Beach. 

Waiheke Island yang indah tidak bisa terlalu lama disinggahi karena agenda yang padat. Bus jemputan datang, sehingga para Alpha Zetizen harus menyudahi kegiatan mereka di pantai. Saat akan berpamitan, Lawrence dan istri sudah menyiapkan buah tangan untuk di perjalanan, cokelat dan manisan. 

Lawrence berharap anak-anak muda para duta Zetizen sukses pada masa depan. Baik dari segi ilmu maupun karir mereka kelak. Alister juga berharap pengalaman yang mereka dapat di New Zealand bisa diceritakan kepada teman maupun kerabat mereka sesampainya di daerah masing-masing.

Tentu saja! Sebab, masih banyak hal menakjubkan lain yang akan mereka dapatkan di New Zealand, salah satu negara terindah di dunia. 

Alpha Zetizen dari Sumbar, Yatsuko Juliana Sukamto, 19, tak percaya bisa mengikuti fun adventure trip ke New Zealand. Aksi Suko—panggilan Yatsuko—terpilih sebaga duta Sumbar karena aktif sebagai penggerak kelas inspirasi. 

Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Negeri Padang ini menyuntikkan semangat belajar dan berkarya dengan mendatangkan para tenaga profesional ke sekolah di kotanya untuk sharing mengenai profesi dan cita-cita.

Alpha Zetizen bertujuan mencari inisiator muda yang aktif dan bisa menjadi influencer positif bagi lingkungannya. Tak heran, dari 34 nama yang terpilih mewakili masing-masing provinsi di Indonesia, punya latar belakang beragam. Bukan hanya soal lingkungan dan kemanusiaan semata, juga aktif dalam aksi-aksi pemberdayaan ekonomi dan sosial. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co