Jumat, 26 May 2017, 22:00:11 WIB

Benarkah Makan Nasi Bikin Gemuk?

15 December 2016 09:45 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 18713 kali

Nasi merupakan makanan pokok terlebih untuk orang Asia, khususnya Indonesia. Tidak heran jika banyak yang merasa belum kenyang sebelum makan nasi. Nasi mengandung karbohidrat yang dibutuhkan tubuh untuk dibuat jadi energi. Namun, kebutuhan tubuh akan karbohidrat terkadang tidak sebesar dari asupan yang kita makan. Nah, karenanya bisa menimbulkan masalah. Karbohidrat berlebih tidak baik bagi tubuh. Apa saja akibat dari karbohidrat yang berlebih? Berikut beberapa akibat yang ditimbulkan karena terlalu banyak makan nasi yang dilansir dari Okezone.com.

Kegemukan 

Kandungan utama dari nasi adalah karbohidrat. Hal ini berarti karbohidrat akan diubah menjadi produk gula untuk kebutuhan metabolisme. Sayangnya, kita kadang mengonsumsi nasi berlebihan, padahal kita tidak membutuhkan sumber energi sebanyak itu. Jika kita mengonsumsi nasi berlebihan, maka akan terjadi penumpukan karbohidrat. Karbohidrat yang terkumpul akan diubah menjadi produk gula. Ketika sudah diubah menjadi produk gula, maka akan digunakan untuk metabolisme sel diseluruh tubuh. Jadi intinya, semakin banyak makan nasi, semakin banyak pula kita menumpuk produk gula dalam tubuh. 

Diabetes 

Terlalu banyak mengkonsumsi nasi, maka produk gula yang dibentuk akan semakin banyak pula. Akibatnya, produk gula akan terus diserap dan terakumulasi dalam darah. 

Membuat kantuk 

Makan, kenyang lalu ngantuk. Tampaknya semua orang mengalami hal demikian setelah kenyang makan nasi. Ya, makan nasi yang berlebihan akan membuat kita kekenyangan. Hal ini membuat sistem pencernaan lebih bekerja keras. Akibatnya, diperlukan konsentrasi asupan aliran darah yang lebih besar pada sistem pencernaan. Karenanya, aliran darah ke otak akan menurun karena berfokus pada saluan cerna. Akibat kurangnya pasokan aliran darah ke otak, menyebabkan oksigen yang dialirkan darah pun akan berkurang menuju otak dan menyebabkan kantuk. 

Kurang serat 

Dampak dari sering makan nasi dapat menyebabkan tubuh kekurangan protein yang diperlukan. Hal ini dapat terjadi ketika orang banyak memakan nasi, namun tidak cukup memakan lauk dan sayur. Umumnya, orang yang banyak mengonsumsi nasi biasanya hanya memakan lauk berupa daging atau ikan. Hal tersebut hanya memenuhi kebutuhan protein. Namun akibat hal tersebut, orang-orang yang kenyang lebih dulu tidak berminat lagi memakan sayur-sayuran dan buah-buahan.

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co