Selasa, 28 March 2017, 15:02:30 WIB

Melihat Geliat Usaha Start Up di Padang

18 December 2016 10:05 WIB - Sumber : Mona Triana - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 57 kali

Terpilih ke Istanbul, tak Berhenti Kembangkan Fitur Baru

Bisnis start up, saat sekarang ini lagi berkembang pesatnya. Tidak hanya berpusat di kota-kota besar saja di Indonesia. Namun juga telah sampai ke daerah. Salah satunya saja di Padang. Bahkan start up yang dibuat oleh anak daerah tidak kalah saing dengan yang ada di pusat kota.

Seperti start up satu ini. Start up pada bidang kesehatan yang diberi nama dengan Appskep. Dibuat oleh enam anak muda asal Sumatera Barat, yaitu Yaumil Fajri, Hendro Wibowo, Ogy Winenriandhika, Zulfi Abdullah, Ibaadi Indra dan Tri Wahyuni Ilaihi. 

Aplikasi asal Sumatera Barat Appskep telah berhasil go internasional pada Oktober lalu mengikuti konferensi start up Internasional di Istanbul, Turki. Appskep adalah salah satu start up, yang merupakan aplikasi diagnosis keperawatan.

Sebagai COO, Ogy Winenriandhika mengatakan, aplikasi Appskep tersebut berawal dari perencanaan dari Yaumil Fajri lulusan keperawatan ingin membuat aplikasi diagnosa.

Dengan mengumpulkan teman-temannya dan mencari untuk pembuat program akhirnya lahirlah aplikasi Appskep tersebut. Namun untuk saat sekarang aplikasi tersebut masih dapat dinikmati dengan website dan perencanaan ke depannya akan mengarah ke mobile.

Untuk lebih lanjutnya, ia menjelaskan bahwa target penggunaan Appskep itu sendiri bagi para perawat dan orang kesehatan.

“Tapi aplikasi tersebut juga dapat mengarah ke semua orang. Nantinya pada aplikasi ini akan ada pemesanan rumah sakit secara online dan pemesanan dokter spesialis,” ujar Ogy yang mengatakan bahwa saat sekarang masih ada di rumah sakit yang ada makelar untuk kamar perawatan.

Setelah pulang dari Istanbul, start up Appskep akan meluncurkan sub produk mereka, yaitu tryout ujian perawat. Yang telah bekerja sama dengan Universitas Baiturrahmah. “Namanya appskep ukom, kami akan meluncurkannya pada Januari nanti,” kata Ogy.

Saat sekarang ini yang ada pada aplikasi tersebut, telah tersedia buku Nanda, Nok, Nik yang dapat memudahkan para perawat.

“Kalau nanda mengenai diagnosa awal. Nok Nik diagnosa lanjutan,” ujarnya. Sehingga nanti aplikasi tersebut juga dapat digunakan masyarakat bagi yang ingin mendiagnosa penyakit mereka masing-masing. Misalnya ada yang sakit kepala, nanti bisa dilihat diagnosa penyakit dan apa pengobatannya.

“Untuk saat sekarang aplikasi Appskep ini baru bisa d gunakan tapi khusus untuk perawat,” katanya yang mengatakan aplikasi tersebut telah di launching 10 Agustus lalu.

Meskipun baru tergolong aplikasi baru, namun Appskep telah berhasil terpilih menjadi aplikasi satu-satunya dari Padang yang terpilih mengikuti konferensi starup di Istanbul Oktober lalu.

“Badan ekonomi kreatif mengadakan kompetisi start up pada 2 Agustus di Jakarta dan kami berhasil menjadi sepuluh besar yang terpilih ke Istanbul dan kami satu-satunya start up dari luar daerah Jakarta yang terpilih,” sebut alumni Fakultas Hukum Unand ini. 

Selain itu, saat sekarang Appskep telah dibantu oleh Telkomsel untuk akses ke goverment dan publikasi media. Pencapaian lainnya, dari aplikasi kesehatan ini juga masuk dalam top 10 the next dev akademi dan tayang di salah satu televisi swasta.

Di sisi lain ada pula anak muda asal Sumbar yang mencipatakan start up sosial marketplace. Aplikasi penjualan tiket secara online. Namun bukan tiket pesawat, tetapi tiket khusus iven berupa seminar atau konser.

Jadi nantinya,  tidak perlu lagi khawatir untuk membeli tiket atau harus antri dalam pembelian tiket, seperti seminar, workshop atau tiket-tiket konser band favorit kalian. Karena saat sekarang telah hadir aplikasi ivenmu.id.

Aplikasi ini sangat membantu untuk menemukan iven-iven yang lagi atau akan terselenggara. Untuk penggunaan aplikasi ivenmu.id juga sangat mudah, efisien dan aman. 

Aplikasi ivenmu.id merupakan aplikasi tempat jual beli tiket iven pertama di Indonesia. Aplikasi ini didirikan oleh tiga pemuda yaitu Yonisman sebagai CEO, Syaflan Sandi Harta Putra sebagai CTO dan Reza Saputra sebagai CMO. 

“Kami membuat aplikasi untuk penjualan tiket iven secara online, bukan tiket pesawat. Pembelian tiket iven pada aplikasi ivenmu.id sangat mudah dengan cara booking di ivenmu.id. Kalau kegiatan ivennya gratis akan langsung kami kirim tiket ke email yang memesan. Namun kalau ivennya berbayar, kami akan meminta pemesan untuk melakukan pembayaran setelah itu baru kami kirimkan bukti tiket di ivenmu.id ini,” ucap Yonisman, Kamis (15/12). 

Yonisman sendiri memiliki ide pembuatan aplikasi iven ini semenjak tahun 2014 lalu, setelah pulang mengikuti seminar berskala nasional. Setelah balik ke Padang, sehabis mengikuti seminar tersebut awalnya, ia hanya ingin membuat aplikasi pendaftaran secara online saja.

Tetapi karena melihat sebuah aplikasi dari Amerika ia tertarik mencoba untuk membuatnya, namun ia menyesuaikan dengan keadaan masyarakat Indonesia.

“Kalau aplikasi tersebut hanya bisa menggunakan kartu kredit sedangkan di Indonesia masih terbatas penggunaan kartu kredit ini,” ujar Yosniman, yang melanjutkan bahwa sepulangnya dari seminar tersebut ia mengajak dua temannya untuk membuat aplikasi ivenmu.id ini yaitu Syaflan dan Reza. Yang mana Syaflan bertugas sebagai programer dan Reza sebagai marketing.

Aplikasi ivenmu.id sendiri telah soft launching pada Maret 2016 dengan meluncurkan aplikasi versi beta. Saat sekarang aplikasi pembelian tiket secara online ini masih dapat di akses di www.ivenmu.id.

“Kalau sekarang masih versi website, ke depan akan membuat versi mobile tapi dimatangkan dulu fitur-fiturnya,” ujar Syaflan bersama Yosniman di kantornya yang berada di Jalan Veteran ini.

Mereka menceritakan bahwa untuk penjualan tiket iven pada aplikasi tersebut telah mencapai 20 iven. Yang tidak hanya iven dari Sumbar saja tetapi juga ada iven dari kota-kota lain di luar Sumbar seperti Surabaya, Lampung dan Jakarta.

Yosniman juga mengaku untuk pembelian tiket pada aplikasinya tersebut masih belum ramai dan masih semi manual. Hal tersebut terlihat dari cara pembelian.

Yang mana pemesan tiket harus mengirimkan bukti pembelian lalu konfirmasi, dan saat ini mereka sedang melakukan pengembangan real time integrasi dengan pihak ketiga, sehingga saat melakukan pembayaran langsung dapat memberikan tiket.

Aplikasi ivenmu.id ini, juga masuk dalam program inkubasi bisnis, masuk 48 aplikasi di Indonesia yang mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Riset dan Teknologi sebesar Rp 251 juta.

“Alhamdulillah kami juga mendapatkan bantuan dari Kemenristek, melalui program inkubasi bisnis dari binaan inkubator kemenristek. Bantuan dana tersebut berkisar dari Rp 240 juta sampai Rp 270 juta. Ivenmu.id mendapatkan 251 juta,” ucapnya.

Yos menceritakan bagaimana tahapan sehingga aplikasi ivenmu.id mendapatkan bantuan dana dari pihak kementerian. Yang mana ia telah mengajukan proposal perencanaan aplikasi, penggunaan anggaran.

Yang mana ivenmu.id sendiri berada dibawah inkubator indosinergi utama yang merupakan perwakilan dari Kemenristek Dikti di Sumbar. Dengan dana yang didapatkannya tersebut, mereka telah bisa menggerakan aplikasi tersebut. Dan sudah bisa untuk melakukan pengembangan sistem ke arah yang lebih baik.

“Kami di sini bertiga saling bagi tugas. Untuk pengembangan bisnis saya, untuk pengembangan sistem Syaflan dan Reza untuk pemasaran saat sekarang lagi di Jakarta,” sebut Yos. Yos sendiri mengaku tertarik dalam bidang start up digital ini, karena basic-nya yang merupakan lulusan dari IT.

Ia melihat banyak orang sukses dalam bisnis start up digital ini seperti bukalapak, tokopedia dan itu yang membuatnya tertarik pada bidang ini. Ia mengatakan dengan start up digital ini dapat menyelesaikan permasalahan dengan solusi digital itu sendiri.

Ia juga telah menargetkan untuk tetap fokus pada bisnis start up digital tersebut dan fokus untuk mengembangkan aplikasi ivenmu.id. Yang man ia menargetkan pada tahun 2020 nanti aplikasi ivenmu.id akan menjadi social marketplace nomor satu di Inodonesia.

“Kalau sudah di Indonesia bisa dikembangkan se-Asia Tenggara bahkan dunia, karena kalau di lihat kompetitor untuk aplikasi iven belum banyak sedangkan untuk penjualan tiket banyak semoga saja ivenmu bisa berkompetisi disana,” ujarnya.

Sementara itu, Syaflan yang merupakan pengembang sistem atau programer dari aplikasi ivenmu.id ini mengaku dalam pembuatan aplikasi pasti ada kesulitan.

Namun ia mengaku untuk kesusahan yang dialami sekarang lebih ke waktu, karena dalam pengembangan aplikasi harus bergerak cepat sementara ia masih sendiri untuk mengembangkan sistem sampai ke desain aplikasi tersebut.

“Kalau untuk rekrut karyawan saat ini sementara belum, karena manajemen kami belum mantap. Takutnya nanti akan berantakan,” ujar Syaflan. Pada awal tahun 2017 nanti, ivenmu.id akan me-launching fitur-fitur terbaru mereka.

Yosniman sendiri mengaku saat sekarang dalam penjalanan aplikasi masih sering terkendala diintegrasi atau lebih cenderung ke developmnet.

“Misalnya pembayaran tiket yang sudah dipesan tapi pembeli lupa konfirmasi. Nah itu yang terkendala, itu direncanakan nanti kalau pembeli sudah transfer, tiket langsung terkirim,” katanya.

Ia juga mengaku saat ini, aplikasi ivenmu.id masih dalam versi beta atau masih dalam tahap trial. Kedepannya itu yang akan di upgrade dan akan membuat aplikasi mobile-nya.

Selanjutnya, juga ada aplikasi mapping city diberi nama Tanya Dabob. Aplikasi mobile Tanya Dabob ini memiliki tag line “Kamu Bertanya Dabob Menjawab”.

Aplikasi ini akan memudahkan para traveler atau wisatawan yang mengunjungi Padang, untuk mencari tempat penginapan, hangout dan tempat-tempat wisata yang ada di Padang.

Untuk aplikasi ini sendiri digagas oleh tiga pemuda yang sama-sama memiliki hobi traveling. Yaitu Haris Satria, Ibob Alinea dan Irfan Amran.

“Kami membuat aplikasi ini karena sama-sama hobi traveling. Ketika kami lihat untuk informasi di Padang masih sangat kurang atau bisa dikatakan jauh, bagi seorang traveler untuk mendapatkan informasi. Karena itu kami membuat aplikasi mapping city ini. Dengan adanya aplikasi ini, nantinya dapat memudahkan para wisatawan untuk mendapatkan infromasi seputar Kota Padang,” jelas Haris Satria kepada Padang Ekspres, kemarin.

Haris Satria yang juga praktisi branding ini menjelaskan aplikasi mobile Tanya Dabob bisa digunakan pada sistem operasi IOS dan Android. Pada aplikasi mapping city Tanya Dabob ini ada sepuluh kategori yang tersedia yaitu coffe shop, hotel, suvenir, traditional food, healt and life style, restoran dan kafe, tours, investasi, barber shop dan city area.

Yang mana di masing-masing kategori tersebut nantinya akan ada sepuluh pilihan tempat yang menunjukan kategori tersebut.

“Ketika pengguna memilih salah satu kategori, misalnya kategori coffe shop nanti akan muncul sepuluh coffe shop yang ada di Padang. Lalu pengguna dapat melihat-lihat profil sepuluh coffe shop tersebut, yang mana di dalamnya ada foto tempat coffe shop, alamat beserta nomor teleponnnya,” ujar Haris Satria yang telah menerbitkan buku branding untuk 40 wilayah di Eropa ini.

Selain itu, aplikasi Tanya Dabob ini juga memberikan fasilitas kepada para pengguna untuk dapat melakukan life chat langsung. Pengguna dapat langsung menanyakan mengenai informasi yang ada di Padang. Aplikasi Tanya Dabob ini akan memberikan jawaban kepada para wisatawan yang mengunjungi Padang. Karena akan ada sejuta informasi dalam satu aplikasi ini.

“Untuk saat ini, kami masih khususkan informasi untuk Padang saja, tetapi nanti akan kami kembangkan untuk di luar Padang. Kami berharap dengan adanya aplikasi mapping city ini, Padang bisa menjadi percontohan nantinya dibandingkan kota-kota lainnya,” harapnya. 

Dosen Ilmu Komunikasi Unand ini juga menyebutkan pada 2017 mendatang, akan me-release aplikasi Tanya Dabob terbaru. Yang mana nantinya akan ada link website dan link berita. Sehingga dengan men-download aplikasi Tanya Dabob ini, pengguna bisa langsung membaca berita dari website tersebut. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co