Sabtu, 19 August 2017, 08:51:12 WIB

SMPN 2 Sawahlunto Butuh Guru Prakarya

22 December 2016 11:07 WIB - Sumber : Julnadi - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 40 kali

SMPN 2 Sawahlunto belum memiliki guru prakarya yang profesional. Mensiasati itu, sekolah memanfaatkan guru kesenian dan seni budaya mengajar mata pelajaran prakarya. Sayangnya, jam mengajar tak diakui oleh sistem sertifikasi.

“Guru kesenian ini saat sertifikasi tidak di terima sebagai guru prakarya. Sementara guru prakarya dan keterampilan itu belum ada,” ungkap Yendriwati, Wakil Kepala SMPN 2 Bagian Humas kepada Padang Ekspres Rabu (21/12).

Sekolah ini memiliki 54 orang guru. Masing- masing guru mengajar di kelas 24 jam selama seminggu. Jadi, ada dua dan tiga orang guru yang berlebih jam mengajarnya. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah guru berdasarkan profesi tersebut. 

Guru yang tidak mengajar sesuai bidangnya yakni guru prakarya atau keterampilan. Karena tidak ada guru yang membidangi prakarya tersebut, maka yang mengajar adalah guru kesenian dan seni budaya. Guru ini bisa mengajarkan materi tersebut sesuai panduan Kurikulum 2013. Namun tidak diakui jam mengajar pada sertifikasi guru.

Kemudian, sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) dituntut agar tenaga pengajar profesional di bidangnya. Karena itu, pihak sekolah mengajukan ke Dinas Pendidikan agar menempatkan guru prakarya tersebut ada di sekolah.

Ia menyebutkan, sekolah ini memiliki 520 siswa dari 23 rombongan belajar (rombel). Fasilitas pendukung belajar siswa seperti buku pelajaran K-13 telah mencukupi. Buku tersebut ada yang dikirim dari pusat dan ada yang dibeli sekolah dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

Yendriwati mengaku, SMPN 2 Sawahlunto merupakan sekolah pertama melaksanakan ujian nasional menggunakan komputer. Kabid Menengah Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kota Sawahlunto, Supar mengatakan, SMP yang telah menjalankan Kurikulum 2013 terdiri dari tujuh sekolah, 9 sekolah negeri dan 2 sekolah swasta.

Ia menyebutkan, di Sawahlunto belum seluruh SMP yang menerapkan Kurikulum 2013 tersebut. Karena, penerapan K-13 tersebut secara nasional belum terpenuhi sehingga dilakukan secara bertahap. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co