Jumat, 21 July 2017, 17:47:53 WIB

Padangpanjang Canangkan Pendidikan Inklusi

24 December 2016 11:52 WIB - Sumber : Jayusman - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 116 kali

Pemko Padangpanjang komit menjadi kota pendidikan inklusi. Pencanangan sebagai penyelenggara program pendidikan inklusi dilakukan Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis di aula SMAN 1 Padangpanjang, Rabu (21/12).

Acara itu juga dihadiri Siti Nurfadila, Kasubdit Pembinaan KLK Direktorat Jenderal KLK Dikdasmen Kementerian Pendidikan RI, Kabid TKLK Dinas Pendidikan Sumbar, Joni Nurdin, Kadis Pendidikan Desmon, dan lainnya.

Desmon mengungkapkan, sejalan dengan kebijakan Wali Kota, gerakan pendidikan inklusi di kota ini dimulai sejak 2015. Hanya  pencanangannya yang baru dilakukan. Saat ini di Padangpanjang tercatat 792 siswa terdeteksi penyandang disabilitas.

Hendri Arnis mengatakan, program pendidikan inklusi perlu mendapat perhatian semua pihak. Tidak hanya jajaran pendidikan formal atau informal, keluarga tapi juga komite sekolah. Karena mereka punya hak yang sama dengan anak normal  atas layanan pendidikan, keterampilan, kesempatan kerja dan lainnya.

Wako mengimbau orangtua, jika ada anak disabilitas yang belum dimasukkan ke sekolah agar dimasukkan ke sekolah dan jangan merasa malu. 

Siti Nurfadila menghargai upaya Pemko Padangpanjang  mengaplikasikan program pendidikan inklusi. Untuk mewujudkan keberhasilan program ini butuh kesadaran,  kemauan dan kesabaran keluarga dan guru di sekolah serta perhatian semua pihak.  

Sosialisasi program pendidikan inklusi perlu digencarkan dan menjangkau ke semua lapisan masyarakat. Fasilitas umum kota juga perlu dibenahi untuk penyandang disabilitas. Contoh, pembangunan trotoar tepi jalan, mestinya dibuat datar, tidak naik turun.

Dia mengakui perhatian terhadap penyandang disabilitas masih terbatas. Saat  ini dari sekitar 1,4 juta anak disabilitas di Indonesia, baru terlayani sekitar 26 persen.  Guru pembimbing khusus (GPK) untuk anak disabilitas juga minim.

Guru GPK masih terbatas. Solusinya daerah perlu lebih agresif, seperti menambah fungsi dan tugas sebagian guru untuk program inklusi. 

Siswa inklusi, Rahmat dan Indah menyampaikan keinginan agar mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Mereka ingin punya  masa depan yang baik, dan ingin hidup mandiri. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co