Selasa, 21 February 2017, 21:14:18 WIB

Hubungan Kekerabatan di Minangkabau

27 December 2016 10:06 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 7695 kali

Di minangkabau, hubungan kekerabatan terjadi disebabkan karena 2 hal. Pertama, kekerabatan yang disebabkan karena keturunan atau pertalian darah. Kekerabatan ini disebut juga hubungan ke dalam. Kedua, kekerabatan yang disebabkan karena adanya perkawinan. Kekerabatan ini disebut juga dengan hubungan keluar. 

Di minangkabau ada banyak hubungan kekerabatan, pada kali ini kita akan membahas hubungan kekerabatan secara garis besar saja. Hubungan kekerabatan tersebut yaitu, seperti yang dilansir dari Kabaranah.com

1. Keluarga inti

Hubungan kekerabatan ini menurut kekerabatan matrilineal adalah hubungan kekerabatan didalam keluarga yang terikat menurut garis keturunan ibu. Biasanya keluarga inti, tinggal didalam satu rumah gadang yang diikat oleh sako dan pusako. Keluarga inti ini terdiri dari 3 generasi yaitu generasi nenek, generasi ibu, dan generasi anak-anak. Nenek mempunyai saudara laki-laki, yang merupakan mamak bagi ibu. Jika ibu mempunyai saudara laki-laki, berarti mamak bagi anak-anaknya.

Semua itu adalah termasuk kedalam keluarga inti di minangkabau dahulunya. Mungkin untuk sekarang tidak seperti itu lagi. Kakek atau suami dari nenek bukanlah termasuk kedalam keluarga inti, meski ia berada dalam rumah gadang nenek. Kakek berasal dari suku dan rumah gadang lain, maka kakek tidak terikat oleh suku, sako dan pusako. 

Sedangkan menurut matrilineal, keluarga inti adalah keluarga yang terikat oleh satu garis keturunan. Kekerabatan menurut satu garis keturunan itu diikat oleh kesamaan sako, pusako dan suku. Begitu juga dengan bapak atau suami dari ibu, ia juga bukan merupakan keluarga inti dari keluarga nenek atau ibu atau anak-anak ibu. Kakek, bapak atau suami dari saudara ibu lain, merupakan anggota keluarga inti lain di minangkabau dimana ia berasal.

2. Sumando dan pasumandan beserta ipa dan bisan

Kekerabatan antara sumando dan pasumandan beserta ipa dan bisan muncul disebabkan karena adanya perkawinan. Seorang bapak atau suami disebut sumando didalam keluarga inti dan dipanggil sumando oleh saudara-saudara istrinya. Seorang istri disebut pasumandan oleh keluarga inti dari suaminya, dan dipanggil pasumandan oleh saudara-saudara suaminya. Saudara-saudara laki-laki dari istri, oleh suami disebut bisan, sedangkan saudara perempuan disebut ipa (ipar). Hubungan timbal balik antara keluarga suami dengan keluarga istri disebut bisan.

3. Induak bako dan anak pisang beserta mintuo dengan minantu

Hubungan kekerabatan ini terjadi disebabkan karena perkawinan. Hubungan kekerabatan induak bako dan anak pisang adalah hubungan antara seorang perempuan dengan saudara-saudara laki-lakinya. Saudara perempuan dari bapak bagi seorang anak disebut induak bako. Anak-anak dari saudara laki-laki disebut anak pisang. Istri dan suami dari anak-anak disebut minantu. Anak-anak menyebut orangtua istri atau suaminya mintuo.

Jadi seorang perempuan, memiliki dua kedudukan, keatas ia merupakan anak pisang dari saudara perempuan bapaknya, kebawah ia menjadi induak bako bagi anak-anak saudara laki-lakinya. Sedangkan laki-laki adalah anak pisang dari saudara perempuan bapaknya, tetapi tidak menjadi induak bako bagi anak saudara laki-lakinya.

Diminangkabau anak pisang lazim disebut sebagai anak pusako. Anak perempuan didalam fungsinya sebagai anak pusako berhak mendapat pendidikan dari bako dan mamaknya, sedangkan anak laki-laki mendapat pendidikan dari mamaknya saja. Oleh karena itu, untuk merapatkan hubungan antara induak bako dengan anak pisang, seorang anak laki-laki  dianjurkan menikah dengan kemenakan bapak atau anak mamaknya.

Seorang minantu laki-laki lebih erat hubungannya dengan mintuo karena ia tinggal di rumah istrinya dari pada istri terhadap mintuonya. Kewajiban seorang istri lebih berat kewajibannya di bandingkan suami dalam bidang menjalin hubungan silaturahmi. Seorang istri wajib berkunjung kerumah mintuonya pada hari-hari tertentu atau dalam minangkabau disebut hari baik. Hal seperti ini sudah menjadi adat istiadat yang lazim dalam Minangkabau.

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co