Kamis, 27 April 2017, 10:32:42 WIB

Puluhan Botol Miras dan Dua Jeriken Tuak Disita

28 December 2016 09:40 WIB - Sumber : Hendri - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 38 kali

Jajaran Polres Sijunjung mengamankan tiga penjual tuak dan menyita dua galon tuak siap minum di Jorong Pinturayo, Nagari Sumpurkudus, Kecamatan Sumpurkudus, Minggu (25/12). 

Ketiga penjual tuak tersebut adalah Jefri Arisandi, Dantes dan Edi Warman. Polisi juga mengamankan puluhan botol minuman keras keluaran luar negeri di salah kedai di Simancung, Kenagarian Padangsibusuk.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di Mapolres Sijunjung, diamankannya penjual tuak ini berawal dari masuknya laporan masyarakat ke Kapolsek Sumpurkudus AKP Zirman Zet. Masyarakat melaporkan maraknya peredaran tuak di wilayah hukum Sumpurkudus, terutama di Kenagarian Silantai.  

Saat mendapat laporan tersebut, Kapolsek bersama jajarannya langsung melakukan patroli Kamtibmas di Jorong Pinturayo, Nagari Sumpurkudus.

Di perjalanan menuju Kenagarian Silantai, petugas melihat satu unit motor Jupiter BA 5941 EU yang dikendarai Jefri Arisman, 22, membawa dua jeriken yang diduga berisi tuak.

Saat dikejar, pelaku menghentikan motornya di rumah Edi Warman, 40, di Kenagarian Silantai. Setelah memeriksa isi jeriken, polisi mengamankan pria yang kemudian diketahui sebagai pemasok tuak dari Sunganyang, berikut dua jeriken tuak yang dibawa.

Petugas kemudian menggeledah rumah Edi Warman, karena dia diduga penjual tuak di wilayah tersebut. Dari “nyanyian” Edi Warman, polisi kembali mengamankan penjual tuak lainnya bernama Dantes, 30, yang juga warga Silantai. Dantes juga merupakan penjual tuak di wilayah tersebut.

Di rumah Dantes, petugas kembali menemukan satu ember besar berisi tuak siap jual. Dantes pun mengakui tuak tersebut berasal dari Sunganyang yang dipasok Jefri.

Namun dari pengakuan Jefri Arisman, dirinya hanya bertugas sebagai pengantar tuak dari bosnya di Sunganyang. “Saya hanya mengantar, tuak itu bukan milik saya,”ujar Jefri membela diri saat diinterogasi polisi saat di Mapolres Sijunjung.

Sementara dari pengakuan Dantes dan Edi Warman, mereka biasa menjual tuak kepada warga Silantai. Mereka biasa menerima pasokan 3 kali semingggu dari wilayah Sunganyang yang diantar langsung oleh Jefri.

“Kami menjualnya kepada warga di Silantai, peminat tuak umumnya adalah petani. Mereka meminumnya hanya untuk stamina,” ungkap Edi Warman di Mapolres Sijunjung, Minggu (25/12).

Edi Warman dan Dantes mengaku, mereka menjual tuak dengan cara eceran berbungkus plastik seharga Rp 10 ribu per liter tuak. Mereka tidak menyediakan tempat untuk meminum tuak untuk menghindari terjadinya keonaran jika pembeli mabuk. 

“Kami mengecer dengan bungkusan plastik, dan tidak menyediakan tempat duduk untuk minum tuak karena tuak juga bisa buat mabuk,” jelas Dantes.

Kasat Reskrim Iptu Chairul Ridha mengatakan, meski menjual tuak termasuk tindak pidana ringan, namun pihaknya tetap akan melakukan penertiban dan penindakan jika sudah membuat masyarakat resah.

“Penindakan ini, kita lakukan atas pengaduan masyarakat yang merasa resah dengan peredaran minuman tuak secara bebas di wilayah hukum Polsek Sumpurkudus. Ini juga langkah untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di tengah masyarakat,” katanya didampingi KBO Reskrim Iptu Admi dan Kanit Reskrim Bripka Yudi Putra serta KBO Sat Narkoba, Ipda Rojulan.

Sementara itu, jelang akhir tahun, Kapolres Sijunjung AKBP Dody Pribadi mengimbau masyarakat agar terus memberikan laporan kepada kepolisian jika terdapat perbuatan, atau perilaku yang berpotensi menganggu kamtibmas. 

“Hindari narkoba dan minuman keras, termasuk tuak, karena sangat berpotensi menjadi memicu perselisihan antar-warga. Kami imbau agar masyarakat melaporkan, jika terdapat tindakan atau perbuatan orang yang berpotensi menjadi penyebab kammtibmas,” imbaunya.

Beberapa pekan lalu, dalam operasi menjaga kamtibmas, Satuan Narkoba Polres Sijunjung mengamankan puluhan botol minuman keras produksi luar negeri di salah kedai di Simancung, Kenagarian Padangsibusuk. Puluhan botol miras jenis Countru itu bersama pemiliknya telah diamankan petugas. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co