Selasa, 17 January 2017, 17:53:25 WIB

Hasil Kakao Santur Terus Turun

29 December 2016 10:26 WIB - Sumber : Julnadi - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 21 kali

Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto memiliki potensi bidang pertanian kakao. Desa Santur memiliki 12.531 batang kakao dengan produksi rata-rata tiap bulan 5 kilogram setiap batangnya. Namun yang menjadi kendala bagi petani adalah harga kakao terus mengalami penurunan. 

Desa Santur memiliki lima dusun dengan penduduk 3.897 jiwa sekitar 889 Kepala Keluarga (KK) sebagian memiliki kakao. “Harga kakao saat ini per kilogram dibeli oleh toke seharga Rp20.000 – Rp 30.000 per kilogram,” ungkap Suhardi Kepala Desa Santur, Rabu (28/12).

Petani kakao Desa Santur terhimpun dalam Kelompok Tani Nusa Indah. “Kita terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan penyuluh pertanian, tentang masalah penyakit kakao. Sebab, saat ini kakao masih menuai kendala dalam hal penyakit, seperti buah yang busuk dan menghitam,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini petani kakao dihadapkan dengan wabah penyakit. Sehingga banyak kakao petani yang tidak berbuah dan ada pula yang berbuah. Namum buahnya busuk dan menghitam.

“Penyakit ini telah dialami sejak lama, namun hingga kini telah bisa diatasi seperti memangkas tunas baru. Karena tunas baru tersebut akan memakan zat makanan yang masuk pada batang sehingga tidak menghasilkan buah,” ujarnya. 

Kakao yang tidak berbuah tersebut karena tidak mendapat sinar matahari secara langsung. Sebab, kakao harus mendapat sinar mata hari.

“Kebanyak masyarakat yang menanam kakao yang teduh dan kakao tidak mendapat sinar matahari. Akibatnya, kakao tidak berbuah dan cenderung terserang penyakit,” katanya.

Jika batang dan kulitnya tidak bagus sehingga dahan menjadi rengkah oleh virus. Maka langkah yang dapat diambil adalah dengan memangkas batang.

“Batang tersebut dipangkas lalu dilakukan pencangkokan tempel dengan bibit unggul. Jadi, tunas atau bibit baru ditempel pada batang, agar dapat menghasilkan kualitas buah dengan baik,” ujarnya.

Suhardi melanjutkan bahwa jika ditemukan oleh petani kakao berbuah kecil menghitam dan batang meranggas, hal itu disebabkan oleh virus dan harus diatasi dengan segera. “Buah yang menghitam tersebut diambil atau dipotong dan ditimbun dalam tanah,” katanya.

Ia menyebutkan untuk mengatasi turun naiknya harga kakao petani akan memasukan pada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sebab, Bumdes Citra Santur Mandiri ada tiga unit, yakni bidang Jasa, industri dan perdagangan. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co