Sabtu, 25 March 2017, 11:03:25 WIB

Polisi Buru Pelaku Serangan Tahun Baru Istanbul

02 January 2017 12:39 WIB - Sumber : - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 3984 kali

Pihak Kepolisian Turki menyatakan tengah memburu pelaku penembakan di Kelab Malam Reina, Istanbul, yang menewaskan 39 orang. Saat penembakan itu terjadi, warga Istanbul tengah merayakan datangnya Tahun Baru 2017. Mengutip AFP, pelaku menembak seorang polisi dan satu orang sipil di pintu masuk kelab malam, dan kemudian melakukan penembakan massal di dalam kelab, yang berisi sekitar 700 orang. Banyak pengunjung kelab malam Reina yang memilih terjun ke Selat Bosphorus guna menyelamatkan diri. 

Perdana Menteri Binali Yildirim menyebut, pelaku masih buron hingga kini. “Dia menghilang setelah melakukan penembakan,” kata Yildirim, yang membantah pelaku menggunakan kostum Sinterklas sebagai penyamaran. “Dia meninggalkan senjatanya dan kemudian menghilang. Ini adalah serangan teroris.” Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut insiden itu bertujuan menimbulkan kerusuhan dan mengoyak kedamaian. Erdogan juga menyebut bahwa Turki tidak akan tunduk pada ancaman dan serangan teror. Insiden yang terjadi ketika 2017 baru berusia 75 menit itu, mencoreng harapan damai yang diutarakan warga Turki, setelah 2016 yang penuh peristiwa berdarah.

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan, sejauh ini, 20 korban sudah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 15 orang diantaranya adalah warga negara asing dan 5 orang warga Turki. Sementara, 65 orang lainnya kini tengah dalam perawatan di rumah sakit.

Dari seluruh korban terluka dan tewas, sebagian merupakan warga negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, Yordania dan Tunisia. Korban tewas lainnya berasal dari Perancis, Israel dan India. Serangan tersebut mengingatkan akan insiden serupa pada November 2015, dimana ISIS melakukan serangan teror di pusat kota Paris dan menewaskan 130 orang, termasuk 90 orang di Gedung Konser Bataclan. 

Pengamanan Ketat

Serangan yang terjadi berturut-turut di Istanbul, membuat kepolisian Turki semakin ketat melakukan pengamanan. Di Istanbul sendiri, terdapat lebih dari 17 ribu personel kepolisian yang berjaga. Ada yang berpakaian preman, ada juga yang menyamar sebagai Sinterklas. 

Sepanjang 2016, Turki mencatat penyerangan terbanyak dalam sejarah. Peristiwa yang baru saja terjadi, sebelum penembakan kelab malam Reina adalah pengemboman ganda di luar stadion Besiktas oleh Militan Kurdistan Turki, dan menewaskan 44 orang, pada 10 Desember. Sementara pada bulan Juni, 47 orang terbunuh dalam serangan penembakan dan bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istanbul.

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co