Minggu, 26 March 2017, 22:05:05 WIB

Paus Seberat 3 Ton Membusuk

03 January 2017 11:33 WIB - Sumber : Arif Rahmad Daud - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 69 kali

Mengawali pergantian tahun 2017, warga Dusun Jati, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai, dikejutkan dengan penemuan seekor bangkai ikan paus di Pantai Jati, kemarin (2/1) siang. Ikan paus diperkirakan seberat 3 ton dan panjang sekitar 7 meter itu, sudah menebar bau menyengat.

Mengetahui itu, puluhan warga setempat mendatangi lokasi penemuan ikan paus berwarna abu-abu itu. Guna menghindari kemungkinan tak diinginkan, jajaran Polres Kepulauan Mentawai memasang garis polisi di sekitar lokasi  terdamparnya ikan tersebut.

Kendati sudah mengeluarkan bau menyengat, darah masih mengalir di ekor ikan paus tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jenis kelamin dan penyebab ikan paus tersebut terdampar di Pantai Jati. Bila melihat ciri fisiknya, ikan paus itu berjenis sperm whale. 

Redi, 29, warga setempat mengatakan, paus tersebut terdampar di Pantai Jati, Desa Tuapejat sekitar pukul 09.43, setelah sempat terombang-ambing gelombang.

“Paginya, dari arah depan Pantai Jati atau tepatnya di Selat Awera, saya melihat bangkai ikan paus terbawa gelombang. Barulah sekitar pukul 09.43, bangkai ikan paus itu terdampar di tepi pantai dan mengeluarkan aroma tak sedap,” ungkapnya.

Meski sudah membusuk, namun beberapa warga tetap mendekat. Kepala Pos SAR Kepulauan Mentawai, Hendri mengatakan masih menunggu informasi lebih lanjut terkait penanganan paus yang sudah membusuk tersebut. “Kita masih berkoordinasi dengan Pemkab terkait penanganan paus tersebut,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Mentawai, Edi Sukarni yang dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya, kemarin (2/1) siang, mengakui bahwa paus itu berjenis sperm whale  atau paus kepala kotak.

Sukarni menuturkan, paus jenis ini baru pertama kali terdampar di Pantai Jati Tuapejat. “Sampai sekarang, kita belum mengetahui penyebab kematian ikan paus ini,” ungkapnya. Apalagi, sejauh ini belum ada pihak-pihak atau lembaga tertentu yang melakukan penelitian terhadap paus tersebut.

Saat ini masih menunggu alat berat untuk mengevakuasi paus tersebut. Ikan paus tersebut akan dikubur guna mengantisipasi berkembangnya bakteri berbahaya dari paus itu.

Informasi terbaru, menurut Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Hasanuddin, bangkai ikan paus tersebut sudah dievakuasi ke tengah laut atau Selat Mentawai dengan kapal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai sekitar pukul 16.00. Namun sampai pukul 18.00, kapal itu belum kembali. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co