Sabtu, 25 March 2017, 02:53:27 WIB

Pemberdayaan Masyarakat Nagari Belum Maksimal

04 January 2017 10:32 WIB - Sumber : Lumban Tori - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 18 kali

Masyarakat Nagari Padanggelugur dinilai kurang memahami peranan pemberdayaan masyarakat nagari. Seperti disampaikan Kepala Jorong Sentosa Maulana menyebutkan peranan pemberdayaan masyarakat nagari belum terlihat perkembangannya. Padahal sudah dilakukan selama dua tahun. 

“Malahan, masyarakat sendiri belum tahu apa yang dimaksud pemberdayaan masyarakat dan sejauh apa fungsi pemberdayaan masyarakat nagari,” katanya usai melalukan pelatihan kader pemberdayaan masyarakat nagari di kantor Wali Nagari Padanggelugur.

Kepala Jorong Makmur Maruli melihat potensi yang ada di nagari, sudah sewajarnya nagari sejahtera dan berperan aktif dalam pembangunan nagari. Namun, karena kurangnya peranan pemberdayaan masyarakat nagari di daerah maka masyarakat tidak begitu maju dari segi SDA dan SDM.

Wali Nagari Padanggelugur, Saharuddin mengatakan pemberdayaan masyarakat nagari di nagari sudah berjalan. Namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Justru itu perlu diberikan pelatihan peningkatan kader pemberdayaan masyarakat nagari. 

Saharuddin menjelaskan pemberdayaan masyarakat nagari perlu diperkuat dan ditekankan. Kemandirian masyarakat, merupakan kemampuan untuk melakukan pengembangan kapasitas masyarakat dalam seluruh aspek kehidupan.

Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Bappeda Pasaman, Ricky Riswandi menyebutkan membangun nagari yang sejahtera tergantung kepada konsep yang sudah direncanakan dan perlu dilaksanakan.

Sehingga yang menjadi dasar utama adalah apa yang harus dilakukan serta untuk siapa dilakukan. Misal ketika membangun suatu jalan, seperti apa fungsi jalan yang harus dibangunkan, oleh dasar itu setiap kegiatan harus didasari dengan perencanaan.

“Pada umumnya ketika melaksanakan sebuah kegiatan, sebagian masyarakat menanyakan apakah kegiatan itu menguntungkan, mendapat uang makan dan transportasi. Inilah pola masyarakat pada umumnya selama ini yang harus diperbaiki dan di perhatikan oleh nagari dan lembaga pemberdayaan masyarakat nagari,” ujarnya.

Kabid Badan Usaha Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pasaman, Khairul Efri menyebutkan pemberdayaan masyarakat nagari pada hakikatnya memiliki dua makna pokok.

Yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pelaksanaan berbagai kebijakan dan program pembangunan. Kedua, meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemberian wewenang secara proposional. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co