Kamis, 19 October 2017, 08:47:39 WIB

Keluarga Korban Sudah Curigai Pelaku

04 January 2017 11:31 WIB - Sumber : Aris Prima Gunawan - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 73 kali

Pembunuhan Sadis Pensiunan Guru Agama di Pariaman

Keberhasilan jajaran Polresta Pariaman menangkap FY, 28, pelaku pembunuhan sadis terhadap Zahimah Yakub, 65, pensiunan guru agama di Jalan Kompi Bakipeh, Desa Tobohpalabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Kamis (29/12) lalu, ternyata tak membuat keluarga korban kaget.

Pasalnya, FY yang merupakan keponakan suaminya itu, sudah memperlihatkan gelagat mencurigakan pasca pembunuhan tersebut. Apalagi sebelum terbunuh Kamis (29/12) sekitar pukul 13.00, korban sudah memberi tahu anak dan suaminya bahwa pelaku mendatangi rumahnya sekitar pukul 10.00 di hari tersebut.

Waktu itu, pelaku yang ditangkap saat melintas di depan Mapolresta Pariaman menggunakan sepeda motor, Senin (2/1) sekitar pukul 17.00 tersebut, mengaku anak dari salah seorang sepupu ayahnya yang tinggal di Jalan Abdul Muis, Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah.

”Pelaku mengaku anak si Kar, salah seorang sepupu ayah saya. Namun, almarhum ibu saya tetap melarangnya masuk karena pelaku tidak mau memperlihatkan wajahnya dengan sejelas. Sedangkan ibu saya tidak mengenal dia,” kata Zulvi Fadli, 33, putra korban kepada Padang Ekspres, di rumah salah seorang kerabatnya di Jalan Kompi Bakipeh, Desa Tobohpalabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Pariaman, Selasa (3/1). 

Seusai mendengar cerita Zahimah, mulanya Fadli dan ayahnya Nurdin, 70, berencana mengunjungi rumah FY. Namun, korban melarangnya karena tidak ingin ada perselisihan dalam keluarga.

”FY lahir dan besar di Medan. Jadi, keluarga saya memang tidak mengenalnya. Terlebih, FY bukan lah keponakan kontan dari ayah saya,” ujar Fadli diamini Nurdin yang duduk di sebelahnya.

Kecurigaan keluarga korban kepada FY, tambah Fadli, semakin kuat seiring tidak datangnya FY saat pemakaman ibunya. Begitupun dengan keluarga FY. ”Jadi yang datang waktu itu hanya lah keluarga jauh pelaku. Kami sekeluarga tentu merasa curiga. Sebab, FY tak terlalu jauh tinggal dari sini,” ujarnya.

Biar begitu, Fadli berharap aparat penegak hukum bisa menjatuhkan hukuman setimpal. ”Masalah ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak hukum. Kalau keluarga, tentunya menginginkan pelaku tidak lagi merasakan hidup bebas. Artinya, pelaku menghabiskan masa hidupnya di dalam tahanan,” tukas dia.

Sementara Kapolres Kota Pariaman, AKBP Riko Junaldy menyebutkan bahwa keberadaan pelaku diketahui setelah aparat memonitor telepon genggam pelaku.

”Sebelum penangkapan, kami melacak posisi korban berada di Padang. Kami me-monitoring terus pergerakannnya, hingga tersangka diketahui menuju Pariaman menggunakan kereta api. Saat tersangka melewati Mapolres Kota Pariaman, langsung petugas kami menyergapnya,” ujar AKBP Riko Junaldy.

Hasil pemeriksaan sementara, tambah Riko, motif pembunuhan murni berlatar pencurian dengan kekerasan.

”Paginya (Kamis 29/12, red), pelaku memang mendatangi rumah korban. Namun, pelaku mengurungkan niatnya. Sore harinya, pelaku kembali mendatangi kediaman korban dengan modus meminta air minum. Setelah berhasil masuk rumah, pelaku memaksa korban menyebutkan letak barang berharga milik korban. Namun, korban tidak bersedia memberi tahu.  Akibatnya, pelaku emosi dan menghabisi nyawa korban dengan menusukan obeng,” ujarnya.

Kemarin (3/1), Kapolres Pariaman mengunjungi TKP dan rumah pelaku. Di TKP, Riko menemui keluarga korban agar tidak mendekati rumah tersebut terlebih dahulu.

Sedangkan di rumah tersangka, Riko mencari alat bukti guna memperkuat sangkaan terhadap FY. Pelaku sendiri diancam dengan Pasal 340 juncto Pasal 338 jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co