Selasa, 17 January 2017, 19:52:21 WIB

Kampung Manggis Sentra Industri Kecil

05 January 2017 10:48 WIB - Sumber : Yuwardi - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 8 kali

Olahan Tempe jadi Ikon Kota

Berjuluk Serambi Mekkah, Padangpanjang memiliki berbagai potensi yang tersebar di berbagai kelurahan. Salah satunya merupakan daerah penghasil berbagai olahan makanan ringan sebagai buah tangan.

Di antaranya Kelurahan Kampung Manggis, merupakan ikon daerah berhawa sejuk itu sebagai sentranya industri kecil dengan bermacam jenis produk. Baik dalam bentuk produk olahan jadi maupun mentah, telah merambah pasar hingga berbagai daerah di luar Provinsi Sumbar.

Lurah Kampung Manggis, Elvis menyebut saat ini setidaknya terdapat belasan Industri Rumah Tangga (IRT) yang berada di tiga jorong yang ada (Jorong Kampung Manggis, Kampung Teleng dan Kabun Sikolos).

Elvis mengaku melalui anggaran kegiatan 2017 kelurahan kurang dari Rp 1 miliar, sejumlahnya akan difungsikan untuk peningkatan industri yang ada. Bahkan sesuai amanat Wali Kota, Kampung Manggis harus memiliki satu ikon makanan ringan yang dapat diapungkan.

“Meski saat ini Kampung Manggis telah menjadi salah satu kelurahan sentra industri, namun belum sampai pada skala besar. Karena itu di tahun ini salah satu prioritas program yakni peningkatan kualitas produksi industri tersebut,” tutur Elvis didampingi Ketua LPM Heri Gusman di ruangan kerjanya.

Target menjadikan salah satu ikon kuliner Padangpanjang dari sektor makanan ringan, Kampung Manggis merupakan satu-satunya kelurahan yang masih memproduksi tempe dari kacang kedelai.

Usaha Tempe Ros (UTR) milik Rosdiani yang berdiri sejak tahun 90-an ini disebutkan sudah tergolong besar dengan jangkauan pasar sampai ke provinsi tetangga. Seperti Pekanbaru dan Jambi. Baik dalam bentuk olahan mentah, maupun olahan jadi berupa keripik tempe.

“Kemampuan produksi IRT ini seminggu bisa menghabiskan minimal 1 ton kedelai. Ke depan tidak hanya tempe mentah dan kerupuk, namun juga berbagai olahan lainnya,” ujarnya.

Upaya mencapai target tersebut, Elvis menyebut dengan program P3MK melalui kader-kader PKK akan meningkatkan kualitas SDM masyarakat untuk menangkap peluang tersebut secara ekonomi. “Di antarnya keripik talas, keripik ubi, kerupuk jengkol dan abon lele,” ungkapnya.

Selain itu disebutkannya, kelurahan yang berpenduduk 6.278 jiwa itu juga memiliki potensi wisata alam dan budaya. Luas wilayah 316 hektare yang didominasi hutan seluas 95 hektare itu, memiliki potensi wisata alam yang belum dapat dikembangkan. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co