Selasa, 17 January 2017, 19:53:14 WIB

79 Nagari Dapat Rp 146,14 Miliar

05 January 2017 10:57 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 22 kali

Tahun Ini, Pemkab Terapkan E-Planning

Sebanyak 79 nagari di Kabupaten Limapuluh Kota dipastikan bakal mendapat Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), sebesar Rp146,14 miliar pada tahun 2017 ini.

Kepastian itu disampaikan Bupati Irfendi Arbi usai memberikan reward kepada sejumlah wartawan berprestasi di daerah ini, akhir pekan lalu. Irfendi menyebut, dana yang digelontorkan pemerintahan Jokowi-JK kepada Pemkab Limapuluh Kota untuk nagari-nagari di kabupaten ini semakin bertambah besar.

”Tahun 2016, kita baru dapat Alokasi Dana Desa sebesar Rp 53,28 miliar. Tahun 2017, ditambah lagi oleh pemerintah pusat sehingga menjadi Rp 67,8 miliar,” ujarnya.

Selain ADD, sebanyak 79 nagari yang berada pada 13 kecamatan kebagian dana perimbangan sebanyak Rp 78,27 miliar.

”Dana perimbangan ini terdiri dari dana alokasi umum nagari Rp 60,8 miliar dan dana alokasi khusus nagari Rp 17,4 miliar. Jadi, total keseluruhan Rp 146,14 miliar. Artinya, rata-rata tiap nagari itu sudah dapat Rp 1,5 miliar,” ujar Irfendi.

Bupati pilihan rakyat itu menyebut, pertambahan alokasi dana yang mencapai Rp 1,5 miliar bagi masing-masing nagari akan menjadi tanggung jawab besar bagi aparatur nagari.

Karena itu, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penggunaan Dana Desa 2016 beberapa hari lalu, dia mengingatkan aparatur nagari berhati-hati melakukan perencanaan, pembangunan, pelaksanaan, penatausahaan keuangan, hingga pertangungjawaban dan pelaporan.

”Ini tantangan bagi wali nagari dan aparatur nagari untuk dapat menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan masyarakat,” tukuk Irfendi.

Dia juga berharap, wali nagari mempercepat program dan kegiatan di nagari masing-masing. Jangan menunggu-nunggu bulan-bulan berikutnya. Sebab, dana yang akan dikelola nagari sudah jauh lebih besar dengan rata-rata Rp 1,5 miliar per nagari.

”Kita berharap, pada Januari ini setiap wali nagari sudah mulai persiapkan kegiatannya. Dengan begitu, pada akhir tahun nanti kita tidak sibuk atau tergesa-gesa menyelesaikan kegiatan. Dan, serapan anggaran bisa lebih maksimal,” simpul Irfendi.

Pada bagian lain, Irfendi menginformasikan mulai tahun ini Pemkab Limapuluh Kota menerapkan sistem informasi perencanaan pembangunan daerah berbasis elektronik atau lebih dikenal sebagai e-planning.

”Penerapan e-planning ini, selain mempermudah penyusunan RKPD, KUA PPAS, KUA/PPAS Perubahan, RKPD Perubahan, juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas akuntabilitas keuangan pemerintah daerah,” kata Irfendi.

Bupati pilihan rakyat itu berharap, aparatur nagari tiap menyambut penerapan e-planning ini.

”Dengan adanya alat bantuan e-planning, Bappeda dapat memaksimalkan sistem dan sistem juga mampu menyajikan analisa yang sangat informatif bagi para pemangku kepentingan. Sehingga, ke depan tidak akan bisa lagi program naik di jalan,” tutur Irfendi. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co