Kamis, 19 October 2017, 23:33:54 WIB

Targetkan Dua Tahun Lepas dari Daerah Tertinggal

05 January 2017 11:08 WIB - Sumber : Rohimuddin - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 39 kali

Dengan memaksimalkan potensi alam, Pemkab Pasaman Barat bertekad keluar dari daerah tertinggal. Ditargetkan dalam jangka waktu dua tahun Pasbar keluar dari daerah tertinggal.

Mulai dari perkebunan kelapa sawit dengan luas area 61.669 hektare dengan  dengan produksi sebesar 1.169.929,94 ton per tahun. Perkebunan plasma dengan luas 22.150 hektare dengan produksi sebesar 260.179,14 ton per tahun.

Begitu juga dengan perkebunan karet dan lainnya. Untuk jumlah perusahaan perkebunan di Pasbar sebanyak 15 perusahaan. Bupati Pasbar Syahiran menyampaikan sebenarnya kalau daerah Pasbar tidak layak dikatakan sebagai daerah tertinggal. Mengingat Pasbar memiliki kekayaan yang diakui oleh daerah lain di Sumbar.

“Sebenarnya malu kita, kita diakui sebagai daerah kaya tapi masih tertinggal. Memang indikator daerah tertinggal seperti pendidikan, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) serta pendidikan masih rendah. Tapi, kita daerah kaya kenapa kita tidak maksimalkan potensi yang sudah ada ini,” urai Syahiran.

Memang sebagai daerah perbatasan, wilayah di Pasbar masih banyak yang terluar dan terpencil. Perekonomian masyarakat yang berada di daerah terpencil itu juga sedang digenjot.

“Tugas kita ke depan bagaimana Pasbar menjadi daerah perbatasan yang maju secara perekonomian, infrastruktur dan pendidikan,” harap Syahiran.

Beberapa faktor secara umum yang membuat Pasbar masuk kategori tertinggal, seperti halnya pendidikan, sumber daya alam (SDA), kesehatan dan sarana prasarana, serta termasuk geografis daerah.

Kemudian, beberapa tempat yang masih digolongkan terisolir dan minimnya jangkauan akses pembangunan seperti di Kecamatan Talamau, Kecamatan Gunung Tuleh, Kecamatan Sungai Aur, Kecamatan Ranahbatahan, Kecamatan Sungai Beremas.

Termasuk juga di sepanjang pesisir pantai harus segera dibenahi dan diberdayakan. Misalnya pengembangan kelompok-kelompok nelayan, begitu  juga kelompok petani yang ada. Tujuannya agar tetap aktif sehingga memberi kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran.

Ketua DPRD Pasbar Daliyus K menyampaikan pihaknya juga sudah komit untuk membangun Pasbar ke arah yang lebih baik. Mengenai daerah yang masih tergolong terisolir sudah ditinjau ke lapangan.

Untuk itu sebagai lembaga pemerintah terutama menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat siap membawa perubahan ke arah yang lebih maju. “Dari segi anggaran sepanjang ada rasionalisasi anggaran pasti kami bantu dan setujui. Kita juga ingin Kabupaten Pasbar lepas dari daerah tertinggal,” katanya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co