Sabtu, 19 August 2017, 08:53:35 WIB

Padangpanjang Kehilangan PAD Rp 800 Juta

05 January 2017 11:17 WIB - Sumber : Yuwardi - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 36 kali

Pascaperalihan terminal Tipe B (angkutan orang) ke pemerintah provinsi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padangpanjang dipastikan hilang Rp 800 juta setiap tahunnya.

Hal ini diakui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padangpanjang, I Made Putu Venda. Dia mengatakan kehilangan PAD tersebut bersumber dari ditiadakannya pungutan retribusi pada gerbang masuk dan keluar di Terminal Bukitsurungan. 

Faktor ini juga diiringi dengan diturunkannya target PAD pada Dishub dari Rp1,6 miliar di tahun 2016 menjadi Rp800 juta pada 2017 ini. Jumlah tersebut sesuai dengan potensi pendapatan yang bersumber dari retribusi angkutan orang.

“Seiring dengan peralihan aset terminal ke provinsi, otomatis pungutan retribusi bukan kewenangan daerah lagi. Hal ini berakibat terhadap menyusutnya pendapatan dari terminal yang mencapai lebih kurang setengah dari biasanya,” tutur Venda didampingi Kabid Angkutan dan Perparkiran Ferino Romiko, Rabu (4/1) kemarin siang.

Selain kehilangan pendapatan dari retribusi angkutan orang, saat ini realisasi retribusi angkutan barang juga belum maksimal. Hal ini diakibatkan belum adanya regulasi yang jelas dari pihak provinsi selaku pemilik kewenangan kawasan terminal.

Dikatakannya, retibusi terhadap angkutan barang hanya dimaksimalkan pada satu TPR yang berada di halaman dinas terkait. TPR ini hanya bisa memungut angkutan barang yang datang dan menuju Padang.

“Sementara, untuk angkutan barang rute Bukittingi-Solok dan sebaliknya, luput dari retribusi karena melewati jalur terminal. Hal ini berlaku terhitung 1 Januari 2017 kemarin,” ungkap Romi menambahkan.

Menyikapi hal tersebut, Venda mengaku hingga saat ini belum bisa mengambil kebijakan pengalihan rute atau rekayasa lalu lintas. Dishub Padangpanjang sampai sekarang harus menunggu pihak provinsi untuk berkoordinasi terkait penataan lalu lintas angkutan di kawasan terminal.

“Kami tidak bisa memutuskan sepihak mengalihkan rute angkutan di kawasan terminal sebelum duduk bersama dengan pihak provinsi agar penertiban tidak berulang-ulang. Informasi lisan yang kami terima, rencananya pihak provinsi akan datang dalam pekan ini,” jawab Venda. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co