Kamis, 19 October 2017, 23:28:45 WIB

Rimbokarambia kian Terisolir

05 January 2017 11:19 WIB - Sumber : Aris Prima Gunawan - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 40 kali

Jalan dan Polongan Rusak

Lajunya pembanguan seakan tak dirasakan warga di Korong Rimbokarambia, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakantapakis, Kabupaten Padangpariaman. Sebab korong yang tak jauh dari Pantai Ketaping tersebut, terbilang tak pernah tersentuh program pembangunan infrastruktur. 

Sehingga fasilitas umum di korong tersebut, mempersulit warga menjalani aktivitas. Padahal produksi ternak ayam, sawit, pepaya, dan beras, terbilang tinggi di korong itu (lihat grafis). Baik per hari ataupun per minggunya. Tak heran apabila warganya berharap Pemkab Padangpariaman memberikan perhatian kepada mereka.

Pantauan Padang Ekspres, Rabu (4/1), di Korong Rimbokarambia ditemukan tiga jalur penghubung stategis. Yakni jalur menuju Lubukalung, Ketaping, dan kawasan wisata Tiram. Namun seluruh jalur tersebut terlihat dalam kondisi rusak berat.

Baik jalan ataupun gorong-gorong drainasenya. Sehingga warga tampak sulit saat melewatinya. Selain itu, di korong tersebut juga terlihat beberapa rumah warga yang belum tersentuh penerangan.

“Kabar yang saya dapat, 2016 sudah dianggarkan Rp 3 miliar untuk pembangunan jalan di Korong Rimbokarambia ini. Namun tidak jadi karena adanya pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemkab Padangpariaman oleh Pemerintah Pusat,” ujar Wali Korong Rimbokarambia, Jasri, saat diwawancarai Padang Ekspres, kemarin.

Jasri menilai, gagalnya pelaksanaan pembangunan jalan di Korong Rimbokarambia, karena kurangnya perhatian dari Anggota DPRD Padangpariaman dari dapil tersebut. Sebab dia melihat, tak pernah ada kunjungan legislatif ke tempat mereka pascaterpilih. 

Dia menjelaskan, Korong Rimbokarambia adalah wilayah paling strategis di Kecamatan Ulakantapakis. Sebab, korong tersebut memiliki akses cepat menuju Lubukalung, Ketaping, dan kawasan wisata Tiram. Selain itu Korong Rimbokarambia memiliki geliat perekonomian yang kuat.

“Kalau infrastruktur terbenahi, mungkin akan lebih lancar pergerakan ekonomi masyarakat di sana. Terlebih Korong kami gudangnya ayam potong dan petelur, serta penggilingan beras,” ujarnya.

Kata Jasri, banyak penghambat bagi warga dalam beraktivitas, akibat kurang diperhatikannya infrastruktur di Korong Rimbokarambia itu. Di anataranya sulitnya anak warga yang SMP pergi ke sekolah, sulitnya mengangkut warga yang sakit berat ke rumah sakit, dan sulitnya mengangkut hasil produksi pertanian serta ternak.

“Saya tidak dapat kabar hingga sekarang, ada atau tidaknya pembangunan infrastruktur jalan tahun 2017 di korong ini. Namun harapan saya, setidaknya Pemkab Padangpariaman harus memulai secara bertahap membangun infrastruktur di sini. Terlebih korong ini dekat dengan wisata Tiram, Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran (BPPP), dan pelabuhan kapal yang akan dibangun,” katanya.

Menyikapi, Anggota DPRD Padangpariaman dari Dapil 3, Syafrinldi membantah bahwa dirinya tak berkunjung, terlebih tak memperhatikan Korong Rimbokarambia.

Sebab dalam APBD tahun 2017, dia sudah berhasil memperjuangkan pengaspalan jalan untuk Korong tersebut. Yakni dari Simpang Batang Gadang menuju Simpang Tabek.

“Saya perhatikan kok. Tahun 2017 saja, dana yang berhasil saya perjuangkan untuk pembangunan jalannya yaitu Rp 500 juta. Untuk panjang dan luas jalan yang akan terbangun dari besaran dana itu, Dinas Pekerjaan Umum yang akan menentukan. Kalau tidak salah bulan Februari 2017 ini, pengukuran jalannya akan dilaksanakan,” ujarnya.

Syafrinaldi mengatakan, dirinya akan memperjuangkan pembangunan apabila masuk aspirasi dari warga. Sebab warga yang tidak menyampaikan aspirasi, baginya wilayah warga tersebut dalam kondisi baik-baik saja.

“Warga yang tidak memiliki listri di rumahnya, bisa saja disiasati dengan dana pokok pikiran dewan. Namun warga harus mengajukan proposal terlebih dahulu,” kata kader PKB Padangpariaman itu.

Sedangkan masalah batalnya pembangunan jalan yang telah dianggarkan Rp 3 miliar untuk jalan di Korong Rimbokarambia, kata Syafrinaldi, bukanlah wewenangnya dalam melarang. Sebab pembatalan tersebut sepenuhnya menjadi hak pihak provinsi. 

Plt Dinas PU Padangpariaman, Budi Mulia membenarkan terdapat aspirasi dari DPRD Padangpariaman Dapil 3, untuk pembangunan jalan di kawasan Korong Rimbokarambia tersebut. “Untuk pelaksanaan pembangunan setelah semua rencana kami matangkan. Berkumungkinan awal bulan depan,” katanya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co