Selasa, 28 March 2017, 15:07:54 WIB

RSUD Achmad Darwis Terancam Erosi

06 January 2017 10:42 WIB - Sumber : Arfidel Ilham - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 31 kali

Satu Rumah Dihantam Pohon Tumbang

Aliran sungai Batang Sinama yang mengalir tepat di belakang RSUD Achmad Darwis Suliki, Limapuluh Kota, mengalami erosi alur sungai. Dikhawatirkan akan terus mengancam pengikisan hingga mendekati bangunan rumah sakit yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari bibir sungai saat ini.

“Langkah antisipasi harus segera diambil pemerintah untuk membatasi laju pengikisan yang kian hari kian bertambah. Apalagi disaat debit air tinggi dimusim hujan, sebab aliran sungai sangat mudah terkikis,” ucap Dodi, 35 salah seorang warga di Kecamatan Suliki, Kamis(5/1).

Aliran Batang Sinama yang merupakan salah satu sungai yang mengalir di sepanjang Kabupaten Limapuluh Kota. Batang Sinama, bagian dari DAS Kuantan terbagi menjadi beberapa Sub-DAS.

Sub-DAS Sinamar melalui sebagian besar wilayah Kecamatan Gunung Omeh, wilayah Suliki, Kecamatan Guguak, sebagian besar wilayah Kecamatan Payakumbuh, hampir seluruh Kecamatan Harau, dan sebagian besar melalui Kecamatan Luak.

Batang Sinama yang membentang sepanjang 75 kilometer di Limapuluh Kota mulai dari Kecamatan Gunuang Omeh hingga Kecamatan Lareh Sago Halaban itu, melewati puluhan nagari. Kondisi pengikisan dinding sungai di sejumlah titik sangat berdampak pada bangunan permukiman dan fasilitas umum.

“Memang kita melihat perlu adanya upaya segera memelihara kondisi aliran sungai agar tidak terus mengalami pengikisan. Sehingga bibir sungai tidak terus mengalami pelebaran hingga ke permukiman atau lahan milik warga dibibir Batang Sinama,” ucap Koordinator LSM Ampera Sumbar, Syawaluddin Ayub, kemarin.

Sementara Direktur RSUD, Muryani Dhatri membenarkan bangunan RSUD dekat dengan Batang Sinama. ”Iya memang benar, pengikisan aliran batang Sinama perlu diantisipasi,” ucap Direktur RSUD, Kamis pagi.

Sementara itu, Kapolsek Suliki AKP Feri Arjoni dan Wakapolsek Suliki Iptu M Arvi meninjau secara langsung aliran Batang Sinama di sejumlah titik aliran yang dekat dengan permukiman warga. Curah hujan yang cukup tinggi sejak tiga hari terakhir di hulu sungai membuat debit air meningkat.

“Kita melihat secara langsung kondisi debit air sungai batang Sinama yang meningkat akibat hujan tadi (kemarin,red) malam,” ucap Kapolsek Suliki, AKP Feri Arjoni bersama Wakapolsek, Iptu M Arvi.

Satu Rumah Dihantam Badai

Terpisah, selang dua hari setelah rumah permanen milik Ma’as, warga Jorong Simpang Padang, Nagari Talanganau, Kecamatan Gunuangomeh, Limapuluh Kota, roboh dihantam badai Selasa (3/1).

Satu unit rumah semi permenan milik, Khairil Aswandi, 32, Jorong Cubadak, Nagari Kototongah Batuampa, dihantam pohon tumbang, sekitar pukul 12.00, Kamis (5/1).

Rumah terbuat dari dinding papan kayu berukuran sekitar 4 x 5 meter yang dihuni suami  istri dan tiga anaknya itu, dihantam pohon pinus berdiameter sekitar 80 centimenter yang tumbang tepat di atas bangunan rumah. Beruntung saat itu, Khairil Aswandi dan istrinya, Nur Aini, 29, sedang tidak berada di rumah tersebut. 

“Tidak ada  korban jiwa dalam  peristiwa nahas itu. Jika saat itu pemilik rumah berada di dalam, kita  tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi,” sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rahmadinol bersama Kasi Kedaruratan dan Logistik, Jhon Hendri.

Berkoordinasi dengan Wali Nagari Kototongah Batuampa, Syamsul Akmal, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD mengajak masyarakat untuk saling membantu. 

“Bantuan tanggap darurat kita saat ini memang masih kosong, namun dalam waktu dekat kita akan segera mengambil bantuan masih di provinsi. Sementara untuk membangun hunian kita berharap agar pemerintah nagari bisa membantunya lebih dulu,” sebut Rahmadinol. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co