Selasa, 28 March 2017, 15:11:57 WIB

Visi-Misi Cuma Lima Menit, Calon Wako Tetap Dicecar Panelis

06 January 2017 10:47 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 33 kali

Dari Kekuatan di DPRD, Penempatan Hukum, hingga Satpol PP

Meski hanya punya waktu lima menit menyampaikan visi-misi di bidang hukum, pemerintahan daerah dan pelayanan publik, seluruh calon wali kota Payakumbuh yang ikut talk show di GOR M Yamin, Kubugadang, Rabu malam (4/1), tetap dicecar panelis dengan sejumput pertanyaan. 

Calon wali kota nomor urut satu Wendra Yunaldi yang mengkritisi produk-produk hukum daerah, karena menilai tidak semua produk hukum lahir dari aspirasi masyarakat, ditanya panelis soal kekuatannya di DPRD. Mengingat lembaga legislatif itu punya kekuatan dalam melegitimasi produk hukum, seperti peraturan daerah (perda).

“Pak Wendra tadi bilang, produk hukum tak semuanya lahir dari masyarakat. Ini menjadi problem dalam menjalankan pemerintah daerah. Pertanyanya kami, Pak Wendra maju di independen. Belum punya modal di lembaga legislatif. Bagaimana cara mewujudkan produk hukum aspiratif, sementara DPRD punya kekuatan legislasi?” kata Khairul Fahmi, panelis yang merupakan dosen Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand).

Selain Khairul Fahmi, panelis lain yang ditunjuk KPU Payakumbuh  dalam talk show itu adalah Syaiful “Ipunk” Anwar (dosen ekonomi Unand) dan Budi Febriandi (Pranata Labor Politani/ aktivis pemberdayaan masyarakat di Limapuluh Kota).

Kemudian, Dr Aidinil Zetra (dosen Ilmu Politik Unand) dan Drs  Sudirman MPD (mantan KPU Padangpanjang/praktisi pendidikan).

Kembali kepada Wendra, begitu mendapat pertanyaan pendalaman visi-misi bidang hukum, pemerintah daerah, dan pelayan publik dari Khairul Fahmi, Wendra tak otomatis bisa langsung menjawab. Karena, Khairul Fahmi yang aktif di Pusat Kajian Konstitusi Unand, meneruskan dulu pertanyaannya, buat Riza Falepi dan Suwandel Muchtar.

“Pak Riza, dalam penyampaian, belum menekankan soal hukum. Bahkan dalam naskah visi-misi Pak Riza yang kami peroleh, hanya ada satu kata tentang hukum. Pertanyaan kami, di mana pak Riza, menempatkan hukum dalam penyelenggaran pemerintahan?” kata Khairul Fahmi.

Adapun untuk Suwandel Muchtar, Khairul Fahmi mempertanyakan, rencana wakil wali kota incumbent itu, menciptakan Satpol PP yang humanis. “Kira-kira, Satpol PP yang humanis itu, wajahnya seperti apa? Bisa tidak, tegakkan Perda?” kata Khairul.

Setelah Khairul Fahmi menyodorkan pertanyaan, dosen IAIN Bukittinggi Hardi Putra Wirman selaku moderator talk show, mempersilahkan calon wali kota menjawab secara bergantian. Dimulai dari Suwandel Muchtar, dilanjutkan Riza Falepi dan Wendra Yunaldi.

Suwandel dalam jawabannya menyebut, Satpol PP Humanis yang ia maksud, adalah pasukan penegak Perda yang berakhalul karimah.

“Saya akan lihat, apakah mereka taat melaksanakan shalat? Kalau tidak, mereka akan saya tempatkan di tempat lain. Semua Satpol PP saya harus humanis. Saya tak mau gegabah,” jawab Suwandel.

Sementara, Riza Falepi dalam jawabannya menyebut, dia tidak mengabaikan bidang hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Kita sudah banyak (aturan hukum) dari atas. Tidak saya tuliskan dalam rencana kerja saya periode kedua, karena ini (bidang hukum) sudah cukup baik di periode pertama,” kata Riza.

Dia juga menyebut, ada bidang lain yang diberi porsi besar dalam visi-misi di periode kedua. “Kami realistis saja dalam visi-misi itu bisa ada 15 program kerja. Tapi yang fokus dikerjarkan, paling 3 atau empat. Saya pada periode kedua nanti, fokus pada pertumbuhan cepat. Menaikan pendapatan perkapita masyarakat. Jadi bukan saya abaikan,” ujar Riza.

Adapun Wendra yang diberi kesempatan terakhir dalam menjawab pertanyaan panelis terkait kekuatannya di DPRD, menjawab dengan diplomatis, bahwa warga Payakumbuh dan segenap eleman yang ada di daerah ini, termasuk DPRD, pada umumnya berkarakter baik. Kota ini juga dimiliki oleh semua kalangan.

“Pak Riza punya Payakumbuh. Pak Wandel puya Payakumbuh. Saya punya Payakumbuh. Yang penting, memberikan terbaik untuk Payakumbuh. Saya juga punya rakyat Payakumbuh yang kalau saya terpilih, insya Allah akan mendukung. Dengan DPRD, komunikasi saya tak ada masalah. Kalau saya terpilih, insya Allah, wakil rakyat yang umumnya saya panggil Uda, akan mendukung. Karena prinsipnya, di Payakumbuh, semua orang baik dan memiliki kota ini,” kata Wendra.

Wendra menambahkan, bicara dukungan legislatif untuk calon independen sebenarnya sudah ada contoh. 

“Contoh terbaik di Bukittinggi. Dengan independen menang, perubahan luar biasa terjadi di Bukittinggi. Dan Pilkada Payakumbu hari ini, bukan memilih partai. Tapi memilih, siapa yang akan memimpin, lima tahun ke depan,” ulas Wendra Yunaldi. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co