Minggu, 26 March 2017, 22:01:51 WIB

Gerbong Mutasi Bergulir di 4 Daerah

06 January 2017 10:58 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 40 kali

Kada Evaluasi Kinerja Pejabat secara Berkala 

Mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Mentawai direncanakan bergulir pada Senin (9/7). Sebanyak 21 pejabat eselon dipastikan bakal mengisi jabatan, yakni, 3 staf ahli, 3 asisten sekretariat kabupaten, 1 inspektorat, 1 Satpol PP, 3 badan dan 10 kepala dinas.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretariat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Syaiful Jannah, membenarkan hal tersebut. “InsyaAllah, kalau tidak ada kendala, bapak Bupati akan memutasi jabatan akan dilangsungkan Senin besok. Semua pejabat yang akan dilantik berjumlah 21 orang,” ungkap Syaiful.

Walaupun begitu, nama-nama penjabat yang bakal dilantik sesuai UU No 23/2014 tentang Otonomi Daerah dan PP No 18/2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah tersebut, hingga kini belum bisa diketahui.

Meski begitu, Syaiful menyebutkan dirinya merupakan salah seorang pejabat yang bakal dilantik dalam acara tersebut, sebagai asisten III bidang administrasi umum.

Informasi terpercaya yang didapat Padang Ekspres, meski ada sejumlah penjabat baru yang bakal dilantik, namun, mutasi tersebut, masih didominasi penjabat lama di lingkungan Pemkab Mentawai. Beberapa, penjabat ada yang mengaku sudah dihubungi oleh Pj Bupati, Syafrizal.

Edi Sukarni, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang saat kini masih menjabat mengakui, sudah dihubungi oleh Bupati. “Kita tunggu saja. Apa pun keputusan dari Bupati, itulah yang terbaik,” ungkap mantan Kepala dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai tersebut.

Pelantikan Pejabat

Sementara di Pemko Solok, sebanyak 538 pejabat eseon bagi seluruh SKPD dilantik di Gedung Kubuang Tigobaleh, Selasa (3/1). Terdiri dari 6 orang pejabat eselon V, 396 eselon IV.

Kemudian pada malam harinya dilanjutkan pelanikan 108 orang eselon I, serta 11 orang pejabat eselon II. Sebaliknya, sebanyak 16 orang pejabat lama yang namanya tidak lagi dipanggil ke depan otomatis dinyatakan nonjob (lengser dari jabatan).

Wali Kota Solok, Zul Elfian berharap dengan pengukuhan pejabat tersebut dapat memperbaiki tatanan birokrasi, dan sistem layanan pun makin mambaik.

Apalagi tantangan semakin berat, maka semua SKPD harus bekerja maksimal sesuai tupoksi. Sekiranya dikemudian hari ternyata kinerja buruk, posisi para pejabat akan segera dievaluasi ulang.

“Pegawai itu adalah pelayan masyarakat, tidak terkecuali halnya pejabat eselon yang hari telah dilantik. Bukan penguasa, dan jabatan untuk gagah-gagahan,” tukas Wako.

Di Pemkab Pasaman sendiri, sebanyak 39 pejabat terdiri dari eselon II 26 orang, dan eselon III 13 dilantik. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat struktur organisasi eselon II dan III dilakukan Bupati Pasaman Yusuf Lubis di aula gedung Syamsiar Taib Lubuksikaping, Rabu (4/1).

Bupati Pasaman Yusuf Lubis menegaskan 39 pejabat yang telah dilantik, jikalau amanah yang telah dipercayakan, nantinya secara berkala akan dievaluasi. “Apabila amanah yang dipercayakan disia-siakan, maka amanah itu akan diambil lagi sumpahnya sesuai janji dibacakan,” tegas Bupati.

Kepada para camat agar terus bekerja secara efisiensi, akuntabilitas dan transparansi disetiap kegiatan yang ada. Kemudian terus mengawasi setiap pembangunan yang ada di setiap nagari masing-masing.

“Itu tugas para camat, kalau ada walinagari yang bermain anggaran dan melakukan pungutan liar kepada masyarakat kita, agar segera melaporkan kepada bupati,” katanya.

Di Pemkab Tanahdatar, rotasi dilakukan terhadap 139 pejabat terdiri dari 1 pejabat tinggi pratama dan 138 pejabat administrator eselon III di Gedung Nasional Maharajo Dirajo. Pelantikan itu dilakukan oleh Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi 

Bupati Tanahdatar Irdinansyah mengingatkanseluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jangan lakukan kesalahan sekecil apapun,” tuturnya.

Pengisian jabatan administrator telah melalui mekanisme dan tahapan yang ditetapkan, mulai dari uji kompetensi, pemetaan dan pengkajian oleh Baperjakat, sehingga tidak ada istilah mendapat jabatan karena “rekomendasi” siapa pun tapi karena kompetensi.

“Jangan sia-siakan kepercayaan ini, tanggung jawab jabatan tidak hanya kepada daerah, masyarakat dan bangsa juga kepada Allah SWT,” tegasnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co