Kamis, 19 October 2017, 23:31:54 WIB

Melirik Kondisi SMP Negeri 1 Padangpanjang

07 January 2017 11:48 WIB - Sumber : Wardi - Padang Ekspres - Editor : Elsy Maisany    Dibaca : 137 kali

Labor Terbengkalai, Sebagian Dinding Roboh 

Meski termasuk sekolah favorit, bukan berarti SMPN 1 Padangpanjang  memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Para pelajar justru belajar  di bangunan yang terbengkalai dengan sebagian dinding tangganya yang sudah roboh. Walau membahayakan keselamatan, namun pelajar tak punya pilihan lain.   

Cuaca dingin Jumat (6/1) pagi itu, tidak membuat surut semangat pelajar SMP Negeri 1 Padangpanjang untuk menuntut ilmu. Indahnya gerbang sekolah dan terjaganya bangunan peninggalan Belanda yang berstatus cagar budaya itu, tampak hening setelah proses belajar mengajar (PBM) selesai pukul 11.30.

Meski baru “dihadiahkan” bangunan baru bertingkat tiga, kondisi sejumlah sarana lainnya masih sangat memprihatinkan. Di antaranya fasilitas ruang ibadah, labor dan toilet serta tempat berwudhu. Lebih memiriskan, bangunan tingkat dua dapat membahayakan jiwa. 

Gedung yang dibangun sejak 2013 silam itu, hingga kini masih terbengkalai dengan sebagian dinding tangganya sudah roboh.

Bangunan tersebut hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR)  Dinas Pendidikan yang tak kunjung tuntas. Untuk pembangunan gedung dan ruang kelas belajar (RKB) bertingkat tiga digelontorkan anggaran Rp 5,734 miliar. Saat ini, mushala dan labor juga masih terbengkalai.

Kepala SMP Negeri 1 Padangpanjang, Rita Yanti mengatakan, sarana prasarana (sapras) pendidikan, tengah dalam pembenahan. Di antaranya RKB, labor Teknologi Informasi dan Komputer (TIK), IPA dan pustaka. Di tahun ini, akan dilakukan pembenahan untuk pembangunan toilet, kantin dan lahan parkir. 

Parkir dibangun pada bekas bangunan perpustakaan. “Informasi yang kami terima, pembenahan akan dilanjutkan tahun ini. Kabarnya, termasuk penyelesaian rehab mushala dan labor yang kondisi fisiknya membuat mata tak bisa tidur karena sangat berbahaya jika ada gempa. Sementara kebutuhan RKB, PBM semester ini sudah bisa dilakukan satu shift,” tutur Yanti didampingi Wakil Bidang Kurikulum Firdaus kepada Padang Ekspres.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang, Desmon mengatakan, revitalisasi sekolah favorit ini baru terealisasi 50%. Tahun ini telah disiapkan anggaran Rp 900 juta untuk penataan kawasan sekolah dan rehab bangunan mushala. ”Insya Allah tahun ini tuntas,” kata Desmon. 

Kemudian, kata Desmon, akan dilakukan penataan bangunan, seperti pembongkaran bangunan pustaka untuk lahan parkir dan pembenahan fasilitas toilet serta pengecatan bangunan. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co