Selasa, 26 September 2017, 09:08:08 WIB

Rp 5 Miliar untuk Fisik Pariwisata

09 January 2017 10:13 WIB - Sumber : Julnadi - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 77 kali

Tahun 2017, Pemko Sawahlunto menganggarkan Rp 5 miliar untuk pengembangan dan peningkatan fisik sejumlah objek wisata. Seperti Puncak Cemara, camping dround, arena  balap motor, Puncak Kelok 16 dan Desa Wisata Rantih.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Sawahlunto, Efriyanto. Dia mengatakan, untuk meningkatkan dan pengembangan destinasi wisata Kota Sawahlunto berupa fisik sebesar Rp 5 miliar.

Terdiri dari Rp 4 miliar APBD Kota Sawahlunto dan Rp 1 miliar dari APBD Provinsi Sumbar. Secara keseluruhan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mendapatkan Rp 15 miliar di tahun 2017 ini.

Ia menyebutkan, untuk pengembangan wisata keluarga Puncak Cemara yakni pengembangan pelebaran jalan, lapangan parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Wisata Puncak Cemara tersebut merupakan wisata keluarga dan sarana bermain anak untuk melihat Kota Sawahlunto dari ketinggian.

Kemudian, memperbanyak dan mengembangkan tempat bermain anak-anak dan juga akan dilakukan pengembangan tempat wisata bagi anak muda.

“Konsep wisata Puncem akan dikembangkan dan ditambah dua klaster yaki klaster I untuk sarana bermain anak dengan out bond mini anak. Kemudian klaster II akan akan dibangun cottage, track sepeda dan out bond. Kemudian penambahan areal dan landscape dari Puncak Cemara,” jelasnya.

Terkait pelaku wisata dan untuk pembinaan seperti sesi bina industri budaya wisata akan diberikan pelatihan untuk menunjang ilmu pengetahuan dalam hal kepariwisataan.

Selanjutnya, pelaku wisata tersebut juga diberikan pembinaan dan pelatihan untuk menambah kemampuannya dalam berkomunikasi, termasuk industri dan rumah makan, sapta pesona dan kuliner.

“Pengembangan objek wisata Kelok 16 dengan pengembalian konsep seperti dulu. Karena Kelok 16 tersebut memiliki sejarah dan nostalgia bagi anak muda masa lalu,” katanya.

Desa Wisata Rantih juga akan dilakukan pengembangan. Desa Wisata Rantih ini yang dikelola oleh desa akan memanfaatkan dana desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). 

Tidak tertutup kemungkinan untuk pengembangan wisata Danau Biru karena telah banyak dikenal masyarakat. Namun, Danau Biru belum bisa dikelola Pemko karena masih dalam Izin Usaha Pertambnagan (IUP) PT AIC.

Pengunjung Puncak Cemara asal Riau, Imron, 29,  mengakui, pemandangan dari atas Puncak Cemara sangat indah.

“Meskipun butuh waktu panjang untuk sampai ke sini dan bertanya kepada banyak orang saya puas. Saya baru pertamakali datang ke Sawahlunto, rencananya ingin ke Danau Biru. Tapi kabarnya medannya sulit, makanya mampir ke Puncak Cemara dulu sembari selfi,” ungkapnya kemarin (8/1). (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co