Kamis, 19 October 2017, 08:56:51 WIB

Pencarian Siswa MTsN Situjuah Hanyut di Batang Agam Limbukan

09 January 2017 10:29 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 62 kali

300 Orang Dikerahkan, Ikshan Belum Ditemukan

Tiga hari sejak dinyatakan hanyut dan tenggelam di Batang Agam yang mengalir di kawasan Limbukan, Payakumbuh Selatan, siswa MTSN Situjuahbatua, Limapuluh Kota, bernama Muhammad Ikhsan, 13, belum ditemukan.

Tim pencarian dan relawan yang berjumlah hampir 300 orang masih menyimpan keyakinan, remaja asal Jorong Talaweh, Nagari Situjuah Banda Dalam itu dapat ditemukan. Meski kemungkinan untuk hidup sudah tipis sekali.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, tertegun di pinggir Batang Agam, kawasan Limbukan, Payakumbuh Selatan, Minggu siang (8/1). “Ikhsan, di mana kau Nak, pulanglah. Kami mencarimu,” kata Irfendi.

Ikhsan yang dimaksud Irfendi adalah Muhammad Ikhsan, 16, siswa MTSN Situjuahbatua, Limapuluh Kotam, yang hanyut di Batang Agam, Limbukan, sejak Jumat lalu (6/1).

Menurut Kapolsek Situjuah Iptu Novrizon, sebelum hanyut terbawa arus Batang Agam, Ikhsan bersama tiga temannya, berarung jeram di sungai tersebut, dengan menggunakan dua buah benen (ban dalam). 

“Mereka memulai memulai aksi arung jeram dari jembatan kuning di Jorong Padangbacang, Nagari Situjuah Banda Dalam,” kata Iptu Novrizon. Saat berada di kawasan Padangbacang, Ikhsan bersama Gova Marantika,16, M Fajri,18, dan Gazi Fadil, 15, masih bisa bergembira ria. 

Adrenaline mereka, turun-naik bersama arus Batang Agam yang meliuk-liuk di antara bebatuan. Namun, saat sampai di kawasan Balaipanjang. Limbukan, Payakumbuh Selatan, petaka terjadi. Benen yang digunakan untuk arung jeram, terbalik tanpa diperkirakan.

Begitu benen hitam itu terbalik, tubuh keempat remaja tercebur ke dalam sungai. Mereka hanyut dibawah arus. Malang bagi Ikhsan, saat tubuhnya hanyut, ia tak bisa mengikuti pusaran arus. Ikhsan tenggelam.

“Sebelumnya, Ikhsan sempat berpegangan pada Govan. Tapi karena arus Batang Agam sedang besar, mereka sama-sama hanyut. Ikhsan akhirnya tenggelam dan tidak ditemukan. Sedangkan Govan bersama Fajri dan Gazi Fadil, selamat,” kata Iptu Novrizon.

Selepas peristiwa itu, Govan dan kawan-kawan langsung memberitahu warga Limbukan, Balaipanjang, dan Situjuah. Polisi juga turun tangan. Tidak hanya dari Polsek Situjuah, tapi juga dari Polsekta Payakumbuh dan Polresta Payakumbuh.

“Selain membantu proses pencarian, kita juga amankan lokasi, terutama sekitaran jembatan Balai Panjang yang didatangi ribuan warga, silih berganti,” kata Kapolsekta Payakumbuh, Kompol Russirwan, secara terpisah.

Sampai kemarin sore, proses pencarian Ikhsan, masih berlangsung di sepanjang alirang Batang Agam. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana dan Daerah (BPBD) Limapuluh Kota Rahmadinol menyebut, pencarian melibatkan hampir 300 orang.

Tidak hanya tim gabungan, tapi juga relawan dari Situjuah yang dikerahkan Wali Nagari Situjuah Banda Dalam Bheni Bala Tamon. Tim gabungan yang mencari Ikhsan, selain petugas dari BPBD Limapuluh Kota, juga ada anggota BPBD plus Satpol PP Damkar Payakumbuh.

Kemudian, Tagana binaan Dinsos Limapuluh Kota, Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Dinas Sosial Payakumbuh, anggota komunitas Adventure Sumbar, serta jajaran Polres Payakumbuh, terutama Polsek Situjuah yang tak henti-henti ke lapangan.

“Total petugas dan tim gabungan ini, pada hari keempat pencarian, 90 orang. Kemudian, Wali Nagari Situjuah Banda Dalam, juga mengerahkan masyarakat sebagai relawan pencarian, sebanyak 200 orang. Ada pula warga Limbukan dan Balai Panjang yang ikut pencarian. Namun memang, sampai hari ini Ikhsan masih belum ditemukan,” kata Rahmadinol kepada Padang Ekspres.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang ikut menaiki perahu karet, sempat berdialog dengan tim gabungan yang melakukan pencarian.

“Berdasarkan pengalaman kawan-kawan, biasanya berapa hari, jasad orang hanyut baru mengambang ke permukaan?” kata Irfendi didampingi Kepala Satpol PP Damkar Payakumbuh Dafitra. “Biasanya, hari keempat, sudah mengambang pak,” jawab seorang petugas.

“Kalau feeling kawan-kawan, posisi Ikhsan saat ini di mana? Apakah masih ada peluang untuk ditemukan,” tanya Irfendi lagi.

“Kami akan cari kembali di bawah jembatan Pak. Di situ ada pohon beringin besar, akarnya banyak yang berada di dasar Batang Agam.  Tadi sudah mulai kami bersihkan, karena feeling kami, Ikshan tersangkut di sana,” jawab petugas. “Kalau begitu, ayo kita lanjutkan kembali,” ajak Irfendi. 

Sebelum kembali naik perahu karet, Irfendi kepada awak media, mengajak warga Limapuluh Kota, untuk tetap waspada.

“Proses pencarian Ikhsan, akan terus kita lakukan. Saya sudah perintahkan, BPBD dan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait, untuk pro-aktif. Berkoordinasi dengan kepolisian dan jajaran Pemko Payakumbuh. Di luar itu, saya meminta masyarakat Limapuluh Kota, untuk waspada. Karena cuaca ekstrim masih terjadi,” ulas Irfendi. 

Selain Bupati Irfendi Arbi, pencarian Ikhsan di Batang Agam Limbukan, juga menarik perhatian calon-calon wali kota Payakumbuh. Calon wali kota dari jalur perseorangan, Wendra Yunaldi, menjadi calon wali kota pertama yang turun ke Batang Agam, dengan mengerahkan relawan dan perahu karet. Wendra datang Jumat sore atau beberapa saat, setelah kejadian. 

Setelah Wendra, malam harinya, Suwandel Muchtar juga datang ke Balaippanjang, Limbukan. Sedangkan Sabtu pagi, giliran calon wali kota nomor urut dua, Riza Falepi yang datang melihat pencarian, bersama-sama dengan relawannya.

Sementara, masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota ataupun pengemudi dari luar kedua daerah ini yang menyaksikan proses pencarian, jumlah juga ribuan orang. 

Masyarakat memuji calon-calon kepala daerah Payakumbuh yang cukup peka dengan persoalan kemanusiaan, meskipun warga yang hanyut di Batang Agam adalah warga Limapuluh Kota.

“Harapan kita, tidak hanya di musim kampanye ini saja, calon-calon itu cepat tanggap degan persoalan kemanusian. Setelah terpilih nanti, tetaplah turun ke lapangan,” kata Erizon Ramli, warga Luak Limopuluah. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co