Sabtu, 22 July 2017, 17:32:04 WIB

20 Nyawa Melayang di Jalan Solok

09 January 2017 10:45 WIB - Sumber : Riki Chandra - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 48 kali

3.579 Pelanggaran Tahun 2016

Sebanyak 20 nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan Kabupaten Solok. Namun angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maupun kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Arosuka Solok 2016 menurun dibandingkan 2015.

Informasi yang berhasil dihimpun Padang Ekspres, dari Januari hingga Desember 2016 tercatat 133 kasus laka lantas dengan 222 orang korban. Rinciannya, 20 orang korban tewas, 144 lainnya luka berat dan 58 orang luka ringan.

Total kerugian materi yang ditimbulkan mencapai Rp 1,144 miliar. Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai 3.579 perkara.

Sementara itu, tahun 2015 tercatat 139 kasus laka lantas dengan 303 orang korban. Sebanyak 32 jiwa melayang, 134 orang luka berat, dan 115 orang luka ringan. Kerugian materi mencapai Rp 1,8 miliar. Sedangkan pelanggaran lalu lintas mencapai 4.605 perkara.

“Jumlah korban luka maupun meninggal dunia jauh lebih sedikit tahun ini dibanding tahun 2015,” kata Kapolres Arosuka Solok AKBP Reh Ngenana didampingi Kasat Lantas Polres Arosuka AKP Anggara Rustamyono kepada Padang Ekspres, kemarin (8/1).

Menurut Anggara, kondisi jalan Solok-Padang yang cukup licin menjadi salah satu faktor penyebab laka lantas. Namun, mayoritas kecelakaan lebih pada tingkat kelalaian pengendara.

“Setidaknya, 57 persen karena kelalaian dan 43 persen karena alam. Termasuk saat cuaca hujan, licin dan kondisi jalan yang berkelok,” jelasnya.

Ke depan, pihak Sat Lantas berharap agar semua pengendara sepeda motor maupun mobil dapat meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, saat kondisi jalan licin diguyur hujan.

Sementara itu, sejak malam pergantian tahun baru hingga kemarin, dia mengklaim tidak ada satu pun kasus laka lantas terjadi di wilayah hukum Polres Arosuka. “Sejak tahun baru, laka lantas nihil,” sebutnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Deddy mengakui faktor utama laka lantas lebih pada tingkat kehati-hatian pengendara. Baik sepeda motor maupun pengemudi mobil.

Hal itu diperparah kondisi jalan Solok-Padang yang penuh tanjakan dan penurunan maupun tikungan tajam. “Kalau kondisi jalan licin, sopir tidak pula kenal medan, ini sangat fatal dan berbahaya,” sebut Deddy.

Di samping itu, kekurangan marka jalan di setiap tanjakan, penurunan atau tikungan juga mempengaruhi pengendara. Sebab, pengendara yang tidak kenal jalan otomatis berpatokan pada rambu-rambu.

“Soal penambahan rambu lalu lintas, kita harus berkomunikasi dengan provinsi dan pusat dulu. Tidak bisa langsung memberi rambu-rambu. Sebab, jalan-jalan rawan di Kabupaten Solok ini masuk jalan nasional,” sebut Deddy. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co