Rabu, 18 January 2017, 17:12:36 WIB

Banjir Surut, Warga Mulai Beraktivitas

10 January 2017 11:04 WIB - Sumber : Rohimuddin - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 19 kali

Banjir yang merendam sejumlah nagari di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai surut. Kemarin (9/1) warga mulai beraktivitas seperti biasa. Kerugian akibat banjir ditaksir Rp 900 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar Try Wahluyo menuturkan, kerugian tersebut sudah termasuk lahan pertanian, perkebunan dan rumah warga yang rusak. 

Semua data banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari lalu sudah disampaikan ke bupati hingga ke Pemprov Sumbar. Kemudian, sejumlah bantuan juga sudah diserahkan ke para korban, terutama daerah yang dinilai cukup parah.

Seperti di Kecamatan Talamau, bantuan diserahkan Pemkab Pasbar dalam hal ini Dinas Sosial Pasbar. Bantuan dibagikan kepada korban yang kerusakan rumahnya cukup besar. ”Kita masih tetap mewaspadai terjadinya bencana banjir dan longsor,” kata Tri Wahluyo.

Menurut dia, banjir yang terjadi di Nagari Sinuruik dan Talu sempat  menyebabkan terputusnya arus lalu lintas Panti, Kabupaten Pasaman dengan Simpang Empat, Pasbar. Lalu di jalan umum Batang Saman, Nagari Aiagadang-Ujunggading juga sempat putus total. Tapi, kini akses transportasi sudah berjalan baik.

Diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan membuat banjir disertai longsor di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasbar, Jumat (6/1). Akibatnya, ratusan rumah terendam dan arus transportasi Panti, Kabupaten Pasaman menuju Simpang Empat, Pasbar sempat putus total.

“Ya, karena dilanda hujan terus sejak dua hari terakhir ini, membuat banjir dan longsor di Sinuruik, Kecamatan Talamau. Arus lalu lintas sempat terputus sejak Jumat, Subuh hingga sekitar pukul 15.00. Kini arus lalu lintas sudah normal seperti biasa,” kata Bupati Pasbar Syahiran didampingi Kepala BPBD, Try Wahluyo kepada Padang Ekspres di Simpang Empat.

Diperkirakan, banjir terjadi akibat meluapnya Batang Sinuruik. Pasalnya, curah hujan beberapa hari cukup tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun selain banjir, juga terjadi longsor. 

Material longsor berupa bebatuan, pasir dan tanah sempat menutupi badan jalan. Longsor dan banjir diperkirakan terjadi Jumat (6/1) Subuh. Lokasi longsor di Jorong Paraman Sinuruik. Akibat banjir tersebut, lebih dari 100 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 60 centimeter.

Pihaknya bersama instansi terkait mulai dari PMI, pihak Kecamatan Talamau, Kepolisian, Dinas Perhubungan dan TNI juga sedang turun ke lapangan untuk memberikan pertolongan.

Selain itu, di Kampung Limpato, Jorong Limpato, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kamis sore (5/1) lalu juga dilanda banjir. Akibatnya, delapan rumah dan satu puskesmas terendam banjir ke dalaman mencapai satu meter.

Selain itu puluhan hektare tanaman pertanian terendam banjir di daerah itu. Setelah Sinuruik dan Talu, Kecamatan Talamau juga banjir, kali ini Batang Saman, Kecamatan Pasaman meluap dan mengakibatkan arus transportasi dari Simpang Empat menuju Ujunggading terputus karena air mengenangi badan jalan hingga dada orang dewasa. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co