Senin, 27 February 2017, 04:34:42 WIB

20 ASN Puskesmas Ancam Mogok

10 January 2017 11:06 WIB - Sumber : Aris Prima Gunawan - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 20 kali

Mothia: Bisa Kena Sanksi

Sebanyak 20 aparatur sipil negara (ASN) menyampaikan aspirasi mereka ke DPRD Padangpariaman, kemarin. Mereka tak terima Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Lubukalaung Metra Nelida dikukuhkan kembali.

Pasalnya, para ASN tersebut menilai Metra Nelida jarang masuk kantor dan tak memiliki komunikasi yang baik dengan para pegawai lainnya. Jika DPRD tak memperjuangan aspirasi mereka, para ASN mengancam akan mogok kerja.

Kendati mereka ke DPRD, pelayanan di Puskesmas Lubukalung tetap berjalan lancar atau tak ada  gangguan. Sejumlah ASN puskesmas tampak memilih duduk di warung merasa tidak nyaman bekerja di setelah dikukuhkannya Kepala TU tersebut sejak Selasa (3/1).

“Kepala TU Puskesmas Lubukalung ini, sebelumnya memiliki kinerja buruk. Dia jarang masuk. Selain itu, tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan kami. Terlebih, sekarang kendali puskesmas di tangannya. Kami sudah sampaikan keluhan ini kepada atasan. Namun tidak pernah ditanggapi. Makanya kami melapor ke DPRD,” ujar sejumlah ASN yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menyikapi itu, Kepala TU Puskesmas Lubukalung, Metra Nelida mengatakan, dirinya tidak pernah merasa ada masalah dengan para ASN di Puskesmas Lubukalung. 

Baginya, keluhan tersebut hanya disampaikan oknum yang merasa tidak senang dengannya. “Bagi saya terpenting sekarang pelayanan tetap berjalan. Kalau mereka memilih mogok kerja, saya hanya tinggal laporkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” kata Metra.

Metra juga membantah tudingan bahwa dirinya jarang masuk kerja saat menjabat Kepala TU Puskesmas Lubukalung periode 2015-2016. Dia merasa, tidak masuk bekerja ketika sakit.

“Saya tidak masuk kerja pasti karena sakit. Itupun selalu saya kabarkan kepada Kepala Puskesmas. Bahkan saya sertai dengan surat keterangan sakit,” katanya.

Kendati demikian, Metra mengaku pasrah apapun keputusan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui Dinas Kesehatan kepadanya. “Saya punya atasan. Jadi masalah keputusan, tentu di tangan atasan saya itu. Kalau saya tinggal menuruti saja selaku abdi negara,” tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin Jimmi mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan tersebut sejak Sabtu (7/1). Bahkan dia mengingatkan, agar seluruh ASN Puskesmas Lubukalung, tetap menjalankan tanggung jawabnya.

“Saya sudah beri ultimatum harus tetap menjalankan tugas. Kalau ada yang melanggar, saya akan berikan sanksi tegas,” ujarnya. Pria yang akrab disapa Jimmi itu juga mengatakan, permohonan beberapa orang ASN Puskesmas Lubukalung untuk mengganti Kepala TU tentu dikaji terlebih dahulu. 

“Sekarang saya sedang menilai laporan mereka. Jadi baru bisa dipastikan benar atau tidak bahwa Kepala TU yang dituduhkan itu, sebelumnya jarang masuk kerja,” tandasnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Padangpariaman, Mothia Aziz menegaskan, ASN harus fokus pada pekerjaannya. Masalah kebijakan struktural merupakan hak penuh pimpinan tertinggi eksekutif. Dia justru menegaskan bahwa ASN yang mogok kerja dengan alasan tidak terpenuhi permintaannya, pantas diberikan sanksi tegas.

“ASN itu jalankan tanggung jawab dengan baik saja. Masalah tidak baiknya pejabat yang ditetapkan di lingkungan kerja mereka, cukup laporkan kepada pimpinan. Bukannya malah mogok kerja,” katanya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co