Rabu, 22 February 2017, 22:12:37 WIB

Kekeringan, Petani Rugi Rp 32 Miliar

10 January 2017 11:08 WIB - Sumber : Nanda Anggara - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 31 kali

Warga Goro Bangun Irigasi Sementara

Dinas Pertanian Tanahdatar memperkirakan, selama 20 bulan tak berfungsinya tali bandar vertikal Ngalau Pangian di Kabupaten Tanahdatar membuat para petani di Lintaubuo rugi sekitar Rp 32 miliar. Kerugian dialami petani selama empat periode masa tanam yang gagal akibat kekeringan. 

“Semakin lama perbaikannya, maka ini akan berdampak pada masa tanam periode selanjutnya. Masa tanam berikutnya akan tergiling kembali,” ujar Kepala UPT Pertanian Lintaubuo Dinas Pertanian Tanahdatar, Syafrizal kepada Padang Ekspres, kemarin (9/1).

Selama 20 bulan tali bandar tidak berfungsi, kata Syafrizal, membuat 500 hektare persawahan di tiga nagari di Lintaubuo mengalami kekeringan. Dengan kondisi itu, tentu saja masyarakat tak dapat bercocok tanam.

“Jikapun ada yang mencoba berpindah ke tanaman palawija, itu tidak banyak membantu. Warga tetap membeli beras untuk menutupi kebutuhan harian,” ungkapnya.

Sementara itu, ratusan warga Nagari Pangian gotong-royong di lokasi bendungan yang rusak di Ngalau Pangian, Senin (9/1). Goro bertujuan membantu pembangunan bendungan sementara. Gunanya untuk mengalirkan air ke dalam pipa tali bandar vertikal, agar tali bandar kembali dialiri air.

“Sesuai instruksi Bupati yang meninjau lokasi pekan kemarin, warga diarahkan bergotong-royong membuat bendungan sementara, agar kekeringan tidak berlarut-larut,” kata Camat Lintaubuo Zulkifli Idris saat ditemui di lokasi goro.

Goro diikuti sedikitnya 350 orang lebih warga Nagari Pangian bersama jajaran pemerintahan nagari, pemerintahan kecamatan, koramil dan jajaran Polsek Lintaubuo.

Ini goro terbesar yang pernah ada sejak beberapa dekade terakhir karena dihadiri pemuda, ibu-ibu hingga tertua di nagari itu. Mereka bahu-membahu mengeluarkan material pasir dan batu yang akan dipergunakan jadi bahan membuat bendungan sementara.

“Kita apresiasi warga kita di sini. Semangat  gotong-royong masih kental di hati masyarakat. Jika harus diupahkan kepada orang lain, berapa biaya yang akan dihabiskan. Dengan begini, semua jadi lebih murah. Kita sampaikan terima kasih banyak kepada warga,” ucap camat yang baru sepekan dilantik itu.

Suasana goro semakin bersemangat ketika Wakil Bupati Tanahdatar Zuldafri Dharma ikut turun ke lokasi. Bahkan, Wabup ikut langsung membantu warga mengeluarkan material bebatuan.

Wabup didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Thamrin mengatakan, pengerjaan bendungan sementara akan selesai sebulan ke depan.

“Tadi bersama kami targetkan bendungan ini dapat selesai sebulan. Pengerjaannya secara teknis dilakukan beberapa tukang dan selebihnya dikerjakan secara gotong-royong,” ujarnya.

Terkait surat izin pinjam pakai lokasi hutan lindung yang akan dibuat jadi bendungan permanen, Thamrin menjelaskan jika surat tersebut masih diproses atau berada di tangan pihak kabupaten yang kemudian akan diajukan ke Kementrian Kehutanan. “Kita usahakan segera selesai,” tukasnya. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co