Senin, 27 February 2017, 04:34:23 WIB

Kantor Nagari Kembali Dibuka

10 January 2017 11:17 WIB - Sumber : Aris Prima Gunawan - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 17 kali

Penerimaan Staf Nagari Sungaibuluh Selatan Tuai Konflik

Sempat ditutup pada 3 Januari lalu, Kantor Nagari Sungaibuluh Selatan di Jalan Padang-Bukittinggi Kilometer 23,5, kembali dibuka, Senin (9/1).

Nagari hasil pemekaran Nagari Sungaibuluh tersebut, sempat mengalami kendala hingga ditutup karena adanya konflik internal jajarannya, yakni berkaitan dengan penerimaan staf baru. Sehingga oknum masyarakat nagari melakukan penyegelan.

Berdasarkan hasil penelusuran Padang Ekspres, tidak ada warga yang mengetahui secara jelas permasalahan di Nagari Sungaibuluh Selatan tersebut.

Kendati demikian, warga membenarkan bahwa kantor nagarinya sempat ditutup dan disegel sekitar 6 hari lalu. Sedangkan saat Padang Ekspres berkunjung ke kantor nagari itu, terlihat para stafnya sudah menjalankan aktivitas kerja seperti biasa.

”Ini hanya masalah internal berkaitan penerimaan staf nagari. Sekarang tidak ada masalah lagi. Sudah diselesaikan tadi (Senin, red),” ujar Sekretaris Nagari Sungaibuluh Selatan, Roy Marsedo, saat Padang Ekspres berkunjung ke kantornya itu.

Kata Roy, ditutupnya Kantor Nagari Sungaibuluh Selatan sebenarnya karena masalah sederhana. Yakni telah terjadi miss komunikasi antara pengurus. Kendati demikian, pihaknya telah menyelesaikan masalah tersebut bersama seluruh tokoh masyarakat di Sungaibuluh Selatan.

”Namanya saja nagari baru pemekaran. Kalau ada oknum yang memanasi suasana, sudah pasti. Namun bagi kami itu semua tidak perlu dipermasalahkan,” ujarnya.

Turut membenarkan, Wali Korong Palapa I, Adek. Dia menjelakan, permasalahan Nagari Sungaibuluh Selatan yang sempat diperbincangkan masyarakat itu, hanyalah sederhana. Menurutnya, masalah tersebut tidak perlu terlalu dibesar-besarkan karena telah diselesaikan dengan baik.

”Tadi sudah dimusyawarahkan. Saya juga hadir. Sekarang Kantor Nagari Sungaibuluh Selatan sudah melaksanakan aktivitas kembali,” katanya.

Adek mengakui dirinya sempat ditanyakan warga terkait ditutupnya kantor nagari tersebut. Kendati demikian, warga malah berharap agar permasalahan dapat diselasaikan dengan baik tanpa adanya perselisihan yang merusak kerukunan di Nagari Sungaibuluh Selatan.

”Kalau warga bertanya ada. Namun mereka tidak pernah menjadikan itu sebagai masalah. Malah berharap agar cepat selesai segala permasalahannya,” katanya. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co