Selasa, 25 July 2017, 05:45:18 WIB

E-Voting Pilwana Agam Telan Rp 1,4 M

10 January 2017 11:28 WIB - Sumber : Rifa Yanas - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 33 kali

DPMN Siapkan 40 Petugas Teknis

Demi mewujudkan sistem e-voting pada proses pemilihan wali nagari (Pilwana) serentak di Agam tahun ini, pemerintah setempat menyiakan dana sebesar Rp 1,4 miliar. Dana tersebut dianggarkan untuk membeli peralatan e-voting.

“Dana itu gunanya untuk penyediaan alat, sedangkan biaya operasional pilwana yang bakal diikuti 28 nagari tahun 2017 ini, berkisar Rp 400 juta,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Agam, Rahmat Lasmono, Senin (9/1).

Selain itu, lanjut Rahmat, untuk mempersiapkan segala kebutuhan menjelang pelaksanaan e-voting, DPMN juga menyiapkan tim teknis inti dan tim teknis lapangan sebanyak 40 orang petugas. Terdiri dari 5 orang petugas inti dan 35 orang petugas lapangan.

Tahun ini, diketahui setidaknya terdapat 26 nagari yang saat ini dijabat oleh pejabat sementara (Pjs) karena wali nagari defenitif sudah habis masa jabatannya.

Di antaranya; Nagari Tiku Utara, Sitanang, Bawan, Salareh Aia, Duokoto, Paninjauan, Kotomalintang, Malalak Barat, Malalak Timur, Balingka, Sianok Anam Suku, Kotogadang, Taluak IV Suku, Padanglaweh, Kubangputiah dan Nagari Sungaitanang. Kemudian, Nagari Batupalano, Sungaipua, Ladanglaweh, Balaigurah, Biarogadang, Lambah, Kapau, Gadut, Pasialaweh, Nan Tujuah dan Nagari Kamang Hilia.

“Ada juga 2 walinagari lainnya yang hampir habis jabatannya tahun ini. Jadi pada 2017 ada 28 nagari yang akan ikut pilwana serentak,” imbuh Rahmat.
Dijelaskannya, pelaksanaan pilwana untuk seluruh 82 nagari di Agam dilakukan melalui tiga gelombang, yakni tahun 2017, tahun 2019 dan tahun 2021.

Pelaksanaan e-voting ini, Pemkab Agam bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta. “Kerja sama ini terkait dengan pelatihan petugas dalam pengoperasian e-voting yang dilaksanakan saat pilwana yang insya Allah akan dilaksanakan pada juli nanti,” tambahnya.

Kelebihan dari e-voting ini, kata Rahmat Lasmono, bisa memperoleh hasil yang lebih jelas dan menyangkut kepuasan masyarakat atau legitimasi wali nagari yang lebih terpercaya. “E-voting ini sangat efektif dan efisien, hemat biaya, tingkat kecurangan kecil dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co