Jumat, 21 July 2017, 17:52:13 WIB

Pembunuh Bersenpi Masuk Jurang

10 January 2017 12:16 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 82 kali

Ditangkap di Padangpanjang, Kecelakaan di Limapuluh Kota

Teka-teki kasus pembunuhan bersenjata api (bersenpi) di Kampungdalam, Pekanbaru, Riau, Minggu lalu (8/1), akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan ternyata Satriadi, 29, mantan anggota Polres Rokan Hilir (Rohil) yang dipecat sejak Februari 2015 silam karena terlibat narkoba. 

Satriadi ditangkap jajaran Polres Padangpanjang, Minggu (9/1) sekitar pukul 22.00. “Dia ditangkap di Jorong Batanggadih, Nagari Batipuahbaruah, Kabupaten Tanahdatar,” kata Kapolres Padangpanjang AKBP Cepi Noval didampingi Kasat Reskrim AKP Ismet kepada Padang Ekspres.

Saat ditangkap, Satriadi menyimpan satu pistol jenis Revolver berisi 6 butir peluru. Alumni Pusat Rehabilitasi Narkoba Lido itu, juga menyimpan satu kotak peluru, satu butir inex dan puluhan juta uang tunai. 

“Selain itu, juga diamankan dua unit mobil yang satu di antaranya Toyota Harrier masih dititipkan di sini karena rusak,” kata AKBP Cevi.

Usai ditangkap di Tanahdatar, Satriadi yang pernah meloncat dari kamar 108 Hotel Aryaduta Pekanbaru karena kedapatan bersama 9 rekannya mengantongi ribuan butir pil ekstasi ini, langsung dikirim ke Riau.

Celakanya, saat diboyong ke Pekanbaru, Satriadi diduga berusaha kabur dengan melarikan mobil yang parkir di rumah makan Terang Bulan, Lubuakbangku, Limapuluh Kota.

Namun, upaya Satriadi mengecoh petugas sia-sia belaka. Dalam perjalanan darat Senin subuh (9/1), mobil jenis Honda Freed BM-1110-OC yang dibawa kabur terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Negara Sumbar-Riau. Persisnya di kawasan Huluaie, Harau, Limapuluh Kota yang berjarak sekitar satu kilometer dari flyover Kelok Sembilan.

“Benar, terjadi kecelakaan tunggal di Huluaie. Mobil yang dikendarai Satriadi, masuk jurang sedalam enam meter. Satriadi sempat dibawa ke Puskesmas Tanjungpati dan mengalami patah tulang di bagian kaki kiri,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto didampingi Kasat Lantas AKP Zulherman.

Menurut Bagus, setelah dirawat di Puskesmas Tanjungpati, Satriadi diboyong lagi ke Pekanbaru.

“Informasi yang kami dapat, Satriadi ini buronan kasus 338 (pembunuhan). Bagaimana kronologi kasus tersebut, dan bagaimana sampai terjadi kecelakaan, kami tidak tahu persis, karena kasus ini masih penyidikan Poltabes Pekanbaru,” kata mantan penyidik KPK itu.

Sempat Parkir di Masjid

Kapolres Padangpanjang AKBP Cepi Noval menyebutkan, penangkapan Satriadi tidak lepas dari informasi yang didapat jajarannya.

“Kita menerima informasi bahwa ada target tersangka narkoba yang lari ke Sumbar. Informasi terakhir diketahui, target terlihat di Sijunjung dan Solok. Karena itu, kita gelar razia di Batipuah,” kata Cepi.

Saat razia berlangsung Minggu malam, dua unit mobil terlihat melaju dengan kecepatan tinggi. Pengemudi mobil jenis Honda Freed dan Toyota Harrier itu tidak mau dihentikan petugas. Sehingga, terjadilah kejar-kejaran antara dua petugas Polres Padangpanjang dengan pengemudi kedua mobil.

Kejar-kejaran bak film action di layar kaca itu berakhir, setelah salah satu mobil diduga mengalami kerusakaan. Sehingga, pengemudinya memilih berhenti di halaman sebuah masjid di Jorong Batanggadih, Nagari Batipuahbaruah. Begitu mobil itu berhenti, petugas menginterogasi pengemudi yang bertubuh kurus dan berambut gondrong.

Menariknya, saat diinterogasi, pengemudi yang diketahui sebagai Satriadi itu diduga sempat berupaya mengelabui petugas dengan pura-pura minta izin buang air kecil.  

Sebelum diizinkan, Satriadi mengaku sebagai anggota Polri di wilkum Polda Riau. Lantaran curiga, AKBP Cevi terus memerintahkan anggotanya untuk mengawal ketat.

“Informasi yang disampaikan rekan dari Poltabes Pekanbaru sesuai dengan ciri-ciri pria tersebut, maka anggota kita perintahkan mengawal ketat. Rupanya benar, pria tersebut buron dari Pekanbaru dengan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver yang dibuang ke pembuangan toilet masjid setempat,” terang Cepi.

Berdasarkan temuan senpi, Polres Padangpanjang akhirnya menggeledah mobil Toyota Harrier dan Honda. Di dalam mobil tersebut, ternyata total penumpangnya empat laki-laki dan dua wanita dewasa, serta satu anak perempuan. 

Selain banyak penumpang, dalam mobil juga ditemukan narkoba jenis inex dan puluhan juta uang tunai dari sejumlah tas.

“Selain itu, anggota juga menemukan satu kotak berisi penuh peluru yang berjumlah 47 butir. Pelaku pun kita amankan ke Mapolres Padangpanjang, sambil menunggu jajaran Poltabes Pekanbaru datang,” ungkap Cepi.

Setelah polisi dari Pekanbaru dipimpin Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto tiba di Padangpanjang, akhirnya diketahui bila Satriadi diduga bandar besar narkoba di Kota Minyak itu. Dia juga diketahui terlibat penembakan yang membuat korbannya tewas. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co