Rabu, 22 February 2017, 22:15:59 WIB

Gempa Menengah Picu Kepanikan

10 January 2017 12:18 WIB - Sumber : Tim Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 78 kali

Belum Ada Kerusakan dan Korban Jiwa

Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) berpusat 64 km Barat Laut Pesisir Selatan (Pessel), kemarin (9/1) sekitar pukul 18.28, membuat panik masyarakat, khususnya di Pessel, Padang dan Kepulauan Mentawai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat gempa yang berkedalaman 69 kilometer itu. Kepanikan terlihat di Di RSUD Dr M Zein Painan. “Mujur guncangannya tidak kuat, sehingga kepanikan tidak berlanjut,” kata Siar, 32, salah seorang warga Kambang di RSUD Dr M Zein Painan. 

Saking paniknya, Siar mengaku lupa membawa serta istrinya ke luar ruangan. “Saya sampai lupa mengevakuasi istri yang tengah terbaring di tempat tidur. Waktu itu (gempa, red), konsentrasi saya langsung buyar. Setelah sampai di luar, barulah saya ingat sama dia,” ujarnya. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pessel Zaitul Ikhlas menegaskan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di Pessel. ”Kendati tidak menimbulkan kerusakan, korban jiwa ataupun tsunami, namun kita imbau masyarakat tetap waspada,” ungkapnya. 

Di Kota Padang, kepanikan juga terlihat di salah satu gedung bertingkat di kawasan Lubukbuaya, Kototangah. Beberapa orang memilih berlarian ke luar gedung guna mengantisipasi kemungkinan tak diinginkan. Setelah kondisi mulai dirasa aman, mereka kembali masuk ke gedung.

Hal serupa terjadi di RSUP M Djamil. Pasien beserta keluarga terpaksa dievakuasi ke luar gedung rawat inap. “Tadi banyak pasien maupun keluarganya berlarian ke luar gedung, terutama di lantai tiga ruang perawatan anak,” ujar Mira, 28, orangtua salah seorang pasien.

Welfi, 43, keluarga pasien lainnya mengaku sempat ke luar gedung. “Tadi pas gempa, kami dibantu petugas dan satpam dievakuasi ke tempat aman. Mereka mengingatkan kami agar tetap tenang,” ujar Welfi yang berada di lantai tiga saat gempa terjadi.

Lain lagi pengakuan Ibrawati, 43. Dia memutuskan menggendong anaknya yang tengah dirawat. “Tadi, perawat juga membantu proses evakuasi. Sekitar pukul 19.30, kami diminta kembali ke atas,” ucapnya.

Riza Pradinita, 22, salah seorang perawat di ruang ibu dan anak mengakui bahwa pihaknya mengevakuasi pasien keluarganya ke lantai dasar atau luar gedung sewaktu gempat. “Satu jam kemudian, pasien sudah diminta kembali ke ruang atas karena situasi sudah aman,” ujarnya.

Sementara itu, Gustavianof, pejabat Pemberi Informasi RSUP M Djamil menyebutkan bahwa sudah menjadi standar operasional prosedur (SOP) bahwa petugas berusaha membantu dan menenangkan pasien dan keluarganya guna mengikuti instruksi evakuasi.

Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, guncangan gempa terasa cukup kuat di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Walaupun begitu, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi bangunan atau rumah warga rusak akibat gempa.

Agung, 33, salah seorang warga Tuapejat yang tinggal di KM 2 Jalan Raya Tuapejat mengatakan, dia sempat lari ke luar rumah guna mewaspadai kemungkinan bangunan roboh.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Mentawai, Nurdin mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan. “Sejauh ini kondisi masih aman. Namun untuk daerah-daerah minim akses telekomunikasi, kami belum bisa monitor,” ujarnya.

Di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman, guncangan gempa tak terlalu membuat penumpang pesawat panik. Jadwal landing dan take off pesawat terlihat berjalan normal.

Wahyu, 36, penumpang asal Pariaman yang hendak ke Jakarta mengakui tak terlihat kepanikan sewaktu gempa terjadi di BIM. “Saya lihat sekeliling BIM, aman-aman saja,” ujarnya. 

Gempa Menengah

Sementara itu, peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukan bahwa dampak gempa dirasakan hampir semua orang (setara dengan skala III-IV MMI) pada daerah yang berdekatan dengan sumber gempa, mulai Pessel, Padangpanjang, Padang, Tanahdatar, Pariaman dan Mentawai. Masyarakat di Sungai Penuh, Provinsi Jambi dan wilayah Muko-Muko, Provinsi Bengkulu juga merasakan.

“Gempa Pesisir Selatan ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa menengah sehingga wajar jika guncangannya dirasakan dalam wilayah yang luas,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, kemarin.

Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo Australia terhadap lempeng Eurasia. Dari hasil analisis mekanisme fokal, gempa ini mempunyai mekanisme sesar naik. Namun, hasil modelling tsunami menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Meski begitu, dia tetap mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG. “Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Sumatera dan sekitarnya, diimbau tidak terpancing isu mengingat gempa kali ini  tidak berpotensi tsunami,” imbaunya.

Gempa yang terjadi jelang Magrib kemarin, awalnya dilansir BMKG berkekuatan 5,5 SR dengan kedalaman 17 km. Namun, tidak berapa lama kemudian BMKG melakukan pemutakhiran hasil analisa menjadi berkekuatan 5,3 SR pada kedalaman 69 km dengan lokasi yang sama. 

Kepala BMKG Sumbar Rahmat Triyono kepada Padang Ekspres mengatakan, hasil analisa 5,3 SR sudah final. Menurutnya perbedaan kekuatan gempa tersebut wajar terjadi pada setiap analisa gempa bumi, termasuk yang dilakukan USGS atau Badan Survei Geologi Amerika Serikat sekalipun.

“Jadi, rilis pertama itu untuk info cepat supaya masyarakat segera mengetahui berapa parameter gempa, apakah berpotensi tsunami atau tidak. Setelah itu, operator melakukan quality control untuk mengetahui hasil final dari gempa tersebut. Biasanya parameternya sedikit berubah,” jelas Rahmat Triyono.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, posko BNPB telah melakukan konfirmasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Gempa dirasakan keras di Kota Padang, Pesisir Selatan dan Muko-Muko (Bengkulu).

Dia juga mengakui bahwa dalam kejadian gempa ini masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah dan bangunan. Di Muko-Muko dilaporkan gempa dirasakan mengayun secara horizontal selama 5-10 detik. Gempa juga dirasakan ringan hingga sedang di Solok, Pariaman, Padang Pariaman.

“Belum ada laporan dampak gempa, baik korban jiwa dan kerusakan bangunan. BPBD masih melakukan pendataan,” kata Sutopo. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co