Kamis, 27 April 2017, 06:25:01 WIB

70 Ha Sawah Terancam Gagal Panen

11 January 2017 11:10 WIB - Sumber : Lumban Tori - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 17 kali

Banjir yang melanda Jorong Kampungtujuh, Nagari Tanjungbetung, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Jumat (6/1) lalu menyebabkan 70 hektare lahan pertanian terancam gagal panen.

Pasalnya, banjir menyapu tanaman padi milik masyarakat. Selain itu, banjir merendam 15 rumah di Pencahbaru, 20 rumah di Kampungtujuah serta 30 rumah di Tanjungdurian. 

Kepala Jorong Kampuang Tujuah, Ramlan mengatakan, saat banjir terjadi, warga sempat mengungsi ke daerah ketinggian. Saat ini, air sudah surut. 

“Kemarin, sebanyak 30 KK (kepala keluarga) diungsikan karena rumah mereka sudah tidak bisa ditempati. Sekarang, mereka sudah pulang ke rumah. Dan saat ini, mereka mulai membersihkan rumahnya,” ujarnya.

Selain itu, katanya tanaman padi milik warga di daerah itu juga terancam gagal panen akibat disapu banjir.

“Kami perkirakan, ada sekitar 70 hektare lahan pertanian warga yang gagal panen. Semua masyarakat di sini umumnya bekerja sebagai petani. Jadi masyarakat terpaksa membeli beras untuk memenuhi kebutuhannya,” katanya.

Junaidi, 32, warga Tanjuangdurian, Nagari Lansekkadok, Kecamatan Rao Selatan mengatakan, saat ini warga sudah mulai membersihkan rumahnya. “Air sudah berangsur surut. Tinggal sedikit menggenangi halaman rumah. Syukur, air tidak masuk ke dalam rumah,” ucapnya.

Katanya,  rumahnya dekat Batang  Sumpu Tanjuang  Alai. Jika meluap, air dengan cepat naik ke permukiman rumah warga. “Mudah-mudahan banjir tidak datang lagi dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

Sebelumnya, 60 rumah warga di tiga perkampungan di Kecamatan Rao Selatan terendam banjir. Banjir melanda daerah itu dengan ketinggian 80-100 centimeter dan membuat 30 KK diungsikan dengan perahu karet dan mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co