Kamis, 23 November 2017, 01:09:53 WIB

Warga Keluhkan Pemasangan Sambungan Baru

11 January 2017 11:21 WIB - Sumber : Arfidel Ilham - Padang Ekspres - Editor :    Dibaca : 59 kali

PLN akan Buka Layanan Satu Pintu

Calon pelanggan PLN masih mengeluhkan lambannya proses pelayanan untuk pemasangan sambungan listrik baru. Secara resmi, pelayanan untuk sambungan baru hanya sekitar lima hari saja. Namun, tidak demikian yang dirasakan warga calon pelanggan.

“Suami saya sudah membayar Biaya Penyambungan (BP) dengan nomor register 13452120205558 dengan biaya Rp 868.000. Kalau tidak salah sudah sejak tanggal 21 Desember lalu. Namun hingga saat ini belum juga tersambung, padahal kami sangat membutuhkannya,” ungkap Lidia Inanda Putri, 34, salah seorang calon pelanggan di Rayon PT PLN Persero Payakumbuh, Selasa (10/1) kepada Padang Ekspres.

Kondisi pemasangan yang rata-rata lebih dari satu minggu bahkan lebih, sebenarnya sudah seringkali menjadi keluhan masyarakat. Hal itupun dibenarkan Supervisor Pelanggan di Rayon  PT PLN Payakumbuh, Deri saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurutnya, masalah klasik yang kerap terjadi adalah tersendatnya pengurusan pada pihak ketiga jasa pelayanan instalasi.

“Memang persoalan ini kerap terjadi. Kadang ada pelanggan yang katanya sudah membayar uang biaya penyambungan melalui pihak ketiga. Namun entah itu sudah dibayarkan BP dan berkasnya sudah dilengkapi, kadang sulit dipastikan pelanggan. Sehingga, PLN tidak bisa memprosesnya,” terang Deri.

Dia pun memberi penjelasan terkait mekanisme penyambungan baru pelanggan PLN.

“Tahapannya sangat sederhana. Pertama calon pelanggan datang ke kantor PLN terdekat untuk membuat permohonan atau via online. Bisa juga melalui contact centre. Kemudian, lakukan pembayaran melalui bank, Kantor Pos atau PPOB. Selanjutnya, PLN akan melakukan survey dan melengkapi Sertifikat Laik Operasi (SLO) hingga penandatanganan Surat Jual Beli Tenaga Listrik (SJBTL),” jelas Deri.

Setelah semuanya rampung, hanya butuh waktu 5 hari saja listrik bisa tersambung ke rumah pelanggan. Sayangnya, realisasi di lapangan kadang sangat kontras dengan apa yang seharusnya. “Memang, kadang kondisi di lapangan itulah yang membuat pelanggan  beranggapan tidak baik terhadap PLN,” sambungnya.

Sebab, pemasangan instalasi listrik bukan menjadi bagian kewenangan PLN. Begitu juga pemasangan meteran yang juga dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Sehingga, kadang kala terlambat akibat adanya faktor banyaknya pelanggan yang harus dilayani atau penyebab lainya, di luar kewenangan PLN.

Sebagai perusahaan milik negara yang berorientasi pada pelayanan pelanggan atau konsumen, kata salah seorang tokoh muda masyarakat Limapuluh Kota, Acini Vransinatra, PLN tentunya dituntut agar bisa mengawasi dan menjamin pelayanan sebagai penyedia jasa listrik.

“Jika ada oknum petugas atau lambannya pekerjaan pihak ketiga perlu dievaluasi. Sebab, masyarakat tidak akan tahu bahwa bukan PLN yang berwenang untuk semua pekerjaan,” tanggap Acini.

Anggapan masyarakat itupun tidak ditampik Manajer Area PT PLN Payakumbuh, Faisal Risa. Menurut Manajer yang membawahi rayon Payakumbuh, Limapuluh Kota, Batusangkar dan Lintau ini, lambannya pelayanan memang tetap menjadi persoalan.

“Sehingga, ke depan kami melakukan sistem pelayanan satu pintu dengan membuka tiga gerai di gedung kantor Rayon PLN Payakumbuh. Sehingga, vendor yang terdiri dari biro instalatir dan semacamnya sebagai pihak ketiga, lembaga yang akan menerbitkan sertifikat layak operasi (SLO), serta PLN dibuat semacam pelayanan satu pintu,” sebut Faisal Risa saat melakukan penilaian sekitar 10 perusahaan penyedia jasa kelistrikan di kantor Area PLN  Payakumbuh, kemarin.

Seiring adanya gerai itu, dia mengklaim mampu memberikan pelayanan maksimal terhadap pelanggan dalam jangka waktu idealnya selama lima hari setelah dilakukan pembayaran BP dan kelengkapan administrasinya.

“Bahkan, harga biaya penyambungan juga akan dipampangkan dengan pasti. Tidak ada biaya mahal di luar harga yang sudah ditetapkan, dengan dipasangnya keterangan harga secara pasti,” sebutnya lagi.

Begitu juga dengan biro-biro instalatir, kata Faisal, betul-betul akan dipantau dan diawasi dalam melakukan pekerjaannya. “Tidak ada lagi biro-biro liar yang bekerja di luar standar dan prosedur yang ada,” tukasnya. (*)

 

LOGIN untuk mengomentari.

Lowongan
© 2014 - 2017 Padek.co