Sabtu, 22 July 2017, 17:33:12 WIB

Surat Suara Dicetak di Jawa Tengah

11 January 2017 12:00 WIB - Sumber : Fajar Rillah Vesky - Padang Ekspres - Editor : Riyon    Dibaca : 67 kali

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Payakumbuh tinggal 35 hari lagi. Untuk menyambut pesta demokrasi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara sudah mencetak surat suara yang akan dicoblos pada 15 Februari mendatang.

Koordinator Divisi Logistik KPU Payakumbuh Haidi Mursal kepada wartawan mengatakan, surat suara yang dicetak itu berjumlah sebanyak Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kemudian, ditambah dengan surat suara cadangan sebesar 2,5 persen untuk setiap TPS (Tempat Pemunguatan Suara), dan 2.000 lembar surat suara cadangan jika terjadi pemilihan ulang.

Adapun jumlah DPT untuk Pilkada Payakumbuh 2017, menurut Koordinator Divisi Sosialisasi dan Informasi KPU Payakumbuh Yuzalmon, mencapai 84.329 orang.

Terdiri dari 43.038 pemilih perempuan dan 41.281 pemilih laki-laki. Para pemilih itu tersebar pada 210 TPS yang terdapat di lima kecamatan, dengan 48 kelurahan. Pemilih paling banyak, tetap berada di Kecamatan Payakumbuh Barat, dengan jumlah mencapai 32.820 jiwa.

Sedangkan paling sedikit di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori  (Latina), dengan jumlah hanya 6.856 orang. Sementara di Payakumbuh Utara, pemilih untuk Pilkada 2017 tercatat 20.067 jiwa. Kemudian Payakumbuh Timur 17.440 jiwa dan Payakumbuh Selatan 7.146 orang.

Mengacu kepada data pemilih dan jumlah TPS, maka surat suara yang dicetak KPU Payakumbuh, diperkirakan di atas 10 ribu lembar. Menariknya, proses pencetakan surat tersebut, ternyata tidak dilakukan di Sumbar ataupun di provinsi lain di Sumatera, seperti Pilkada tahun-tahun sebelumnya. Melainkan dicetak di di Klaten, Jawa Tengah. 

Ini dibenarkan Haidi Mursal. ”Surat suara, prosesnya (pengadaannya) lewat e-katalog. KPU RI mendistribusikan kepada daerah. Karena banyak Satker (Satuan Kerja) yangg mencetak surat suara ini, KPU cetak bersama-sama di Klaten, Jawa Tengah,” kata Haidi.

Dia memastikan, proses cetak surat suara di luar provinsi itu tak mengganggu tahapan pilkada.

”Proses percetakan hanya memakan waktu dua hari. Itu sudah percetakan dan pemekingan (packaging). Selanjutnya, langsung didistribusikan. Agar berjalan sesuai aturan, kita akan pantau. Pokoknya, proses pencetakan, pemekingan, dan distribusi, menganut semangat kehati-hatian,” kata Haidi.

Di sisi lain, Ketua Panwaslih Payakumbuh Suci Wildanis memastikan, pihaknya akan mengawal proses distribusi logistik Pilkada 2017. Mulai dari surat dan kotak suara, hingga logistik lain.

”Itu semua, akan kami awasi. Tahapan kampanye yang sedang berlangsung, juga kami awasi sesuai fungsi pengawasan melekat Panwaslih,” kata Suci. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

© 2014 - 2017 Padek.co